Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puasa Sehat tanpa Anemia

M
Penulis: Muhammad Suaeb❯

Diah Sekar Haruni, Dosen S-1 Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro
Diah Sekar Haruni, Dosen S-1 Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro


Advertisement

 

Oleh:
Diah Sekar Haruni
Dosen S-1 Gizi STIKes Muhammadiyah Bojonegoro

 

RAMADAN adalah momen istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki pola hidup. Namun, perubahan jadwal makan saat puasa dapat berdampak pada asupan zat gizi, termasuk zat besi yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin (Hb).

Jika asupan tidak terpenuhi, risiko anemia atau kurang darah bisa meningkat. Kondisi ini ditandai dengan tubuh mudah lemas, pucat, pusing, dan sulit berkonsentrasi—tentu dapat mengganggu aktivitas dan ibadah.

Advertisement

Secara umum, pencegahan anemia saat puasa dapat dilakukan dengan memastikan menu sahur dan berbuka mengandung sumber zat besi yang cukup. Zat besi banyak ditemukan pada daging merah, hati, ayam, ikan, dan telur (zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh).

Sumber nabati seperti bayam, kacang-kacangan, tahu, dan tempe juga bermanfaat, terutama jika dikonsumsi bersama vitamin C dari buah seperti jeruk, jambu biji, atau pepaya untuk meningkatkan penyerapannya. Hindari minum teh atau kopi bersamaan dengan waktu makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Kelompok yang perlu perhatian ekstra adalah remaja putri dan ibu hamil. Remaja putri sering kali berisiko mengalami anemia karena masih dalam masa pertumbuhan sekaligus mengalami menstruasi setiap bulan. Sementara itu, ibu hamil membutuhkan zat besi lebih banyak untuk mendukung perkembangan janin dan menjaga kondisi tubuhnya sendiri.

Advertisement

Jadi, kalau merasa lebih cepat lelah atau sering pusing saat puasa, jangan diabaikan. Pastikan asupan makan terpenuhi dan tetap konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran tenaga kesehatan, meskipun sedang berpuasa.

Puasa bukanlah penghalang untuk tetap sehat dan bertenaga. Justru Ramadhan menjadi momen melatih kedisiplinan, termasuk dalam menjaga pola makan yang lebih berkualitas. Dalam Al-Qur’an Allah mengingatkan, “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195).

Pesan ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari tanggung jawab kita. Dengan perencanaan menu yang tepat, pola makan seimbang, serta kepatuhan pada anjuran suplementasi bagi kelompok rentan, risiko anemia dapat dicegah. Ramadhan pun dapat dijalani dengan tubuh yang lebih prima dan ibadah yang lebih optimal. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

Mau makan ramen rasa autentik tanpa bikin kantong jebol? Coba sensasi makan di kedai Yatai kaki lima dan cicipi ramen unik rasa Carbonara di Surabaya. Ada opsi halal dan non-halal. Cek lokasinya di sini!

Mitos atau Fakta, Minum Teh Setelah Makan Tidak Baik bagi Tubuh?

Mitos atau Fakta, Minum Teh Setelah Makan Tidak Baik bagi Tubuh?

Namun, muncul anggapan bahwa minum teh setelah makan tidak baik bagi tubuh, terutama karena kandungan tanin dalam teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan.

Rutin Minum Jus Jambu Bareng Suplemen Zat Besi Terbukti Ampuh Dongkrak Hemoglobin dan Usir Anemia

Rutin Minum Jus Jambu Bareng Suplemen Zat Besi Terbukti Ampuh Dongkrak Hemoglobin dan Usir Anemia

Remaja putri dan ibu hamil sering lemas karena kurang darah? Tinjauan klinis terbaru BMJ Nutrition membuktikan kombinasi jus jambu biji dan suplemen zat besi jauh lebih efektif mengatasi anemia. Yuk, simak ulasan medis

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer