Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Olahraga Saat Puasa

M
Penulis: Muhammad Suaeb❯

dr. Imam Bakhrudin, Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Hip dan Lutut RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro
dr. Imam Bakhrudin, Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Hip dan Lutut RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro


Advertisement

 

Oleh:
dr. Imam Bakhrudin
Anggota IDI Cabang Bojonegoro / Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Konsultan Hip dan Lutut RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

 

BANYAK masyarakat masih ragu untuk berolahraga saat menjalankan ibadah puasa. Kekhawatiran yang sering muncul adalah takut lemas, dehidrasi, atau bahkan cedera.

Namun, dokter spesialis ortopedi, dr. Imam Bakhrudin, Sp.OT, CF. Hip & Knee, menjelaskan bahwa olahraga saat puasa justru tetap aman dan dianjurkan, selama dilakukan dengan cara yang tepat.

Advertisement

Aktivitas fisik yang terukur dapat membantu menjaga kebugaran tubuh selama Ramadan. Olahraga berperan penting dalam mempertahankan kekuatan otot, menjaga fleksibilitas sendi, serta melancarkan sirkulasi darah. Jika tubuh terlalu lama tidak bergerak, risiko kekakuan sendi dan penurunan massa otot bisa meningkat. Karena itu, puasa bukan alasan untuk berhenti aktif.

Kunci utamanya adalah memilih waktu dan jenis olahraga yang sesuai. Waktu yang paling direkomendasikan adalah menjelang berbuka puasa atau setelah salat Tarawih. Menjelang berbuka, tubuh masih memiliki energi cadangan, dan setelah selesai berolahraga dapat segera mengganti cairan dan nutrisi saat berbuka.

Advertisement

Sementara itu, berolahraga setelah Tarawih memberi kesempatan tubuh memperoleh asupan energi terlebih dahulu.

Jenis olahraga yang dianjurkan meliputi aktivitas intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan kaki, jogging ringan, bersepeda santai, renang dengan intensitas rendah, yoga, atau latihan angkat beban ringan. Aktivitas ini cukup untuk menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh secara berlebihan.

Sebaliknya, olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari jarak jauh, sepak bola kompetitif, angkat beban berat, atau latihan CrossFit sebaiknya dihindari saat berpuasa. Aktivitas tersebut berisiko meningkatkan kelelahan dan dehidrasi karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam.

Dengan pengaturan yang tepat, olahraga saat puasa bukan hanya aman, tetapi juga membantu menjaga kesehatan sendi dan kebugaran tubuh sepanjang Ramadhan. Selamat menjalankan ibadah puasa (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

8 Kedai Ramen Kaki Lima dan Fusion Paling Hits di Surabaya

Mau makan ramen rasa autentik tanpa bikin kantong jebol? Coba sensasi makan di kedai Yatai kaki lima dan cicipi ramen unik rasa Carbonara di Surabaya. Ada opsi halal dan non-halal. Cek lokasinya di sini!

5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Olahraga yang Ternyata Bisa Berbahaya bagi Tubuh

5 Kebiasaan Sederhana Sebelum Olahraga yang Ternyata Bisa Berbahaya bagi Tubuh

Padahal, hal-hal kecil seperti melewatkan pemanasan, makan terlalu banyak, hingga mengonsumsi obat tertentu sebelum olahraga dapat memengaruhi kinerja tubuh.

Tips Olahraga Ringan yang Aman bagi Penderita Obesitas, Jangan Langsung Memaksakan Diri

Tips Olahraga Ringan yang Aman bagi Penderita Obesitas, Jangan Langsung Memaksakan Diri

penderita obesitas tidak harus langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer