Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kenapa Bendera Monako Mirip Bendera Indonesia? Begini Penjelasan dan Sejarahnya

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 3 Agustus 2025 | 22:47 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebagian dari masyarakat Indonesia tentu pernah mendengar negara Monako. Entah dari klub sepak bola mereka yakni AS Monaco, dari berbagai ajang balap mobil seperti GP Monako dan Reli Monte Carlo, dari berbagai film yang punya latar belakang negara kecil tersebut, atau dari berbagai video media sosial yang menampilkan kehidupan glamor khas negara pinggir laut tersebut.

Mungkin sebagian dari kita pernah bertanya dalam hati, mengapa bendera Monako sama persis dengan Indonesia? Bahkan dalam sejarahnya, persamaan bendera antara Monako dan Indonesia sempat menimbulkan masalah di awal kemerdekaan Indonesia.

Bendera Monako lebih dulu diciptakan pada 4 April 1881, atas permintaan pemimpin Monako kala itu, Pangeran Charles III.  Menurut Britannica, warna merah dan putih diambil dari asal-usul kerajaan Monako, yakni dari warna simbol wangsa Grimaldi yang berasal dari Italia, dan berakar dari warna simbol Gereja Katolik Santo Georgius.

Wangsa Grimaldi datang ke Monako pertama kali pada 1927, beberapa tahuns etelah memisahkan diri dari Republik Genoa (sekarang kota Genoa di Italia). Francesco Grimaldi bersama pasukannya berhasil mengambil alih daerah Monako sertelah mengamankan benteng milik Republik.

Awalnya bendera Monako juga ditempeli lambang kebesaran wangsa Grimaldi, yakni tameng berlian, namun sejak 1881 hanya terdiri dari warna merah dan putih. Warna merah berarti berani, sementara putih berarti damai.

Semenatar itu secara teknis, bendera Indonesia diambil dari panji Kerajaan Majapahit, yang terdiri dari garis-garis merah dan putih. Bendera ini juga diadaptasi oleh Indonesia sebagai ular-ular perang  atau bendera maritim oleh TNI Angkatan Laut.

Bendera yang kini jadi ular-ular perang TNI AL tersebut diyakini pertama kali digunakan untuk kebutuhan serupa oleh para pasukan di bawah kepemimpinan Raden Wijaya. Bendera tersebut dinamai Sang Saka Getih-Getah Samudra, sebagaimana tercatat dalam Prasasti Butak.

Kemudian di era kemerdekaan Indonesia, menurut catatan Sekretariat Negara (Setneg) bendera Indonesia dibuat dari kain yang diberikan dari Pimpinan Barisan Propaganda Jepang, Hitoshi Shimizu kepada Fatmawati. Kain tersebut diterima Fatmawati sekitar Oktober 1944 sebagai persiapan pemberian kemerdekaan Indonesia oleh Jepang.

Namun kain tersebut baru digunakan pada 1945, jelang proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sambil ikut mempersiapkan prosesi dan naskah proklamasi, Fatmawati menjahit kain merah dan putih yang awalnya terpisah menjadi satu, dengan perbandingan 2 banding 3 (2:3) sesuai ukuran kain yang diterima dari Shimizu.

Nah, baik Monako maupun Indonesia tidak mengetahui eksistensi satu sama lain ketika Indonesia menyatakan merdeka, dan Monako telah lebih dulu menggunakan bendera merah-putih seperti yang dipakai saat ini. Sehingga kesamaan bendera kedua negara dipandang sebagai kebetulan, namun sempat menimbulkan perselisihan.

Setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure pada 1949 silam (pengakuan de facto baru dberikan pada 2005), Monako tidak turut serta mengakui kedaulatan Indonesia karena kesamaan bendera tersebut. Hal tersebut diungkit lagi setelah Indonesia menjadi anggota Organisasi Hidrografi Internasional pada 1951.

Akhirnya sebelum Kongres Hidrografi Indonesia pada 1952, Indonesia dan Monako sepakat untuk mempertahankan bendera masing-masing, berkaca pada sejarah kedua bendera tersebut. Perbedaan kedua bendera negara ditetapkan dalam ukuran dan warna.

Bendera Indonesia memiliki ukuran 2:3, sementara Bendera Monako memiliki ukuran 4:5. Sederhananya bendera Indonesia terlihat sebagai persegi panjang, sementara bendera Monako cenderung berbentuk kotak atau persegi.

Selain itu, terutama untuk kebutuhan digital, bendera Indonesia memiliki warna merah terang. Sementara bendera Monako lebih pekat, dengan menggunakan warna merah agak tua.

Tentu, tidak hanya Monako yang punya bendera mirip Indonesia, namun bendera Monako merupakan yang paling sulit dibedakan. Sebagai perbandingan, Polandia punya bendera putih-merah, sementara Singapura punya tambahan bintang di atas bendera merah putih. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Merah #monako #putih #indonesia #monaco #italia #kerajaan majapahit #genoa #kemerdekaan indonesia #Bendera #bendera indonesia #kemerdekaan #Wangsa #bendera monako #bendera merah putih