Emery Oza Arkana Naladhipa tumbuh dengan penasaran. Dari kebiasaan belajar yang menyenangkan, menorehkan prestasi hingga kancah dunia.
DEWI SAFITRI, Bojonegoro
USIA Emery Oza Arkana Naladhipa baru sembilan tahun. Namun, langkah-langkahnya sudah jauh menembus batas dunia.
Siswa kelas 3 SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro yang sukses menorehkan rangkaian prestasi hingga tingkat internasional.
Di tangannya, medali demi medali berkilau. Di kepalanya, bahasa dunia berkelindan dengan angka, sains, dan pengetahuan lintas batas.
Oza, sapaannya, bukanlah anak yang sekadar mengejar piala. Sejak menginjak tahun kedua di bangku sekolah dasar, mulai jatuh cinta pada Bahasa Inggris. Cintanya tumbuh perlahan, alami, tanpa paksaan.
Bermula dari kesukaannya menonton kanal YouTube berbahasa Inggris. Utamanya, tentang hewan dan negara-negara di belahan dunia.
Dari sana, ia terbiasa menonton tanpa subtitle. telinganya terbiasa, lidahnya terlatih, dan pikirannya terbuka.
Di rumah, bahasa Inggris bukan hal asing bagi Oza. Ia menggunakannya untuk bercakap dengan orang tua. Obrolan sederhana yang lama-lama menjadi kebiasaan.
Dari kebiasaan itu, tumbuh keberanian. Membawanya untuk melangkah lebih jauh. Melihat dan menunjukan pada dunia, bahwa segala sesuatu bisa dicapai dengan cinta yang tertuang di dalamnya.
Belajar, bagi Oza, bukan perkara duduk lama di balik meja. Belajar adalah kesenangan. Ia bisa menemukan kosa kata baru dari lirik lagu favorit.
Ia bisa menyelami soal-soal dengan tingkat kesulitan yang bahkan belum diajarkan di sekolah.
Dunia pengetahuan baginya luas dan ramah, selama dijelajahi dengan rasa ingin tahu.
“Seru dan menyenangkan. Kita bisa mempelajarinya dengan berbagai cara yang fun dan tidak monoton,” ujar anak tinggal di Jl. Pemuda Timur, Campurejo, Bojonegoro tersebut.
Meski menikmati setiap prosesnya dengan semangat hebat. Namun, tak jarang, Oza harus berhadapan dengan tantangan.
Waktu kompetisi yang terbatas menuntutnya berpikir cepat sekaligus tepat. Rasa lelah dan jenuh kadang menghampiri.
Tapi, tidak membuatnya menyerah. Ia memilih berhenti sejenak, menarik napas, lalu kembali melangkah.
Pengalaman-pengalaman luar biasa tercatat di sepanjang jalan yang dilalui. Salah satunya, ketika ia berdiri sejajar dengan kakak-kakak kelas, bahkan peserta dari sekolah internasional ternama di kota besar.
Bagian membahagiakan menghampiri, tatkala namanya dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan.
Dadanya bergetar, ada rasa bangga, haru, sekaligus bahagia yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“(Paling suka) Bisa jalan-jalan ke kota lain, bertemu peserta dari sekolah lain. Waktu dipanggil maju untuk menerima penghargaan. Rasanya sangat excited,” terangnya.
Deretan prestasi membanggakan berhasil diraih Oza di sepanjang perjalanannya. Mulai dari tingkat lokal hingga internasional.
Beberapa di antaranya, sukses meraih Medali Emas Kompetisi Pelajar tingkat Nasional 2024 oleh Quantum Education Competition; Medali Emas Olimpiade Sains Pemuda tingkat nasional oleh Presmanesia 2024; Juara 1 tingkat Nasional Olimpiade Sains Pelajar 2025; Medali Emas Kompetisi Nasional Indonesia 3.0 2025; Medali Perak Olimpiade Obor Langit tingkat Nasional tahun 2025; dan Medali Emas Festival Anak Berprestasi Indonesia ke 14 (FABI) se Jawa Bali.
Selanjutnya, Medali Perunggu Indonesia Smart Mathematics and Science Olympiad tingkat Nasional 2025; Honorable Mention International Kangaroo Linguistic Contest (IKLC) 2025; Medali Perak Final Provinsi Kompetisi Matematika Sains dan Inggris (KMSI) 2025; Silver Medalist Indonesia Youth Science Language Olympiad (IYSLO) 2025; Medali Emas Omnas tingkat Provinsi 2025; Medali Perak Kompetisi Matematika Sains dan Inggris tingkat nasional 2025; serta Medali Emas International Mathematics, Science, Social Studies and Language Competition (IMSSLC) 2025.
“Support terbesar dari mama, papa, dan keluarga besar. Terutama mama yang mendampingi dan mengajariku belajar,” katanya.
Oza berharap, bisa lebih mengasah kemampuan di bidang yang digeluti kini. Melalui event atau kompetisi keren yang menarik minat siswa.
Kelak, ingin menjadi duta besar. Berkeliling dunia. Membawa nama Indonesia dengan bahasa dan pengetahuan.
“Pesanku buat teman-teman, belajar sesuatu itu menyenangkan asalkan menaruh minat dan kecintaan di dalamnya,” pungkasnya. (*/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko