RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lahir dari desa tak membuat Siti Robi'ah berkecil hati dan terkungkung dalam budaya patriarki. Sosok satu ini bentuk nyata perempuan bisa sekolah tinggi dan berdaya. Tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, perempuan kerap disapa Robi'ah juga turut membangun ekonomi daerah.
Kiprahnya di bidang bisnis tidak diragukan. Bersama sang suami, Muhadi, dia berhasil menjadi pelopor toko buah berkualitas dengan harga terjamin. Tak langsung berada di puncak rantai bisnis daerah, Robi'ah menuturkan, itu semua dimulai dari nol. Bahkan, minus.
‘’Kami mulai dari nol bersama. Bahkan, bisa dikatakan minus tidak memiliki apa-apa saat itu. Misal rumah kami belum ada. Pascamenikah kami menempati rumah saudara yang tidak digunakan yang terbilang angker orang tidak berani kami pakai,’’ ungkapnya.
Perempuan 43 tahun itu menuturkan, perjalannya menjadi pebisnis cukup panjang. Berawal dari tenda terpal, trotoar ke trotoar, dan bermodalkan pick up hingga sewa kios. Kini berhasil membuka 181 cabang. Tersebar di 15 kabupaten.
Berdaya dan saling menghormati sesama pasangan, Robi'ah menjalankan bisnis tentu ada bagiannya masing-masing. Sebab, tidak dipungkiri di balik kesuksesan laki-laki ada perempuan hebat di baliknya. ‘’Pak Muh (suami, red) itu bagian nekat, yang dilihat itu peluang. Kalau saya bagian pengelolaan keuangannya,’’ tutur dia.
Dia berpesan, menjadi perempuan harus berdaya. Perempuan berdaya dukung ketahanan keluarga dan lahirkan generasi hebat. Bahkan, tidak hanya fokus keluarga hingga bisnis, Robi'ah juga turut mengembangkan skill dan bergabung di komunitas Indonesian Islamic Business Forum (IIBF).
Dalam berkomunitas, lanjut dia, bisa menginspirasi dan terus berkembang. Apa yang kurang dan perlu ditingkatkan. ‘’Karena kita bisa belajar di komunitas. Yang awalnya merasa puas dengan pencapaian sebelumnya akan merasa kurang dan terinspirasi dengan lainnya,’’ tuturnya. (*/yna)
Coupleprenuer Idaman, Berusaha dari Nol dan Capai Puncak Bersama
YAKIN semua bisa dilakukan berdua bersama pasangan dengan saling mendukung dan menghormati menjadi bukti nyata kesuksesan pasangan pebisnis sekaligus anggota DPRD Muhadi dan Siti Robi’ah, pendiri PT Laskar Buah Indonesia.
Menikah pada 7 Mei 2003 dan merintis usaha bersama, membuat pasangan yang kini bertempat tinggal di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu itu tetap hidup sederhana.
Biasa disebutnya simplicity. Memiliki tujuan besar memperluas usaha hingga nusantara, membuat coupleprenuer itu tetap tumbuh berkembang. Mendukung satu sama lain.
‘’Menjadi pasangan saling menghormati. Untuk menjadi sempurna tentu ada perbedaan. Tugasnya tidak sama. Dari sini saya dan suami terus belajar. Dulu Laskar Buah pada 2012 masih menjadi UD (usaha daerah). Baru menjadi PT (perseroan terbatas) di 2020. Tanggal penerbitannya sama dengan tanggal pernikahan kami, 7 Mei,” ungkapnya. (*/yna)
Editor : Yuan Edo Ramadhana