Lokasi Masjid Baabus Shofa di persimpangan jalan nasional ini menjadi jujugan pemudik. Dengan berbagai fasilitas bikin musafir nyaman untuk rehat dari perjalanan panjang.
DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Radar Bojonegoro
LALU lalang kendaraan, tak kunjung berhenti keluar masuk dari pintu gerbang masjid Baabus Shofa. Pemandangan itu, hampir setiap hari tampak selama musim mudik Lebaran. Hingga menjelang waktu berbuka, takmir masjid mulai menyiapkan menu takjil bagi jemaah.
Namun, adanya takjil gratis bukan menjadi satu-satunya alasan kondisi masjid mulai ramai sejak musim mudik. Sebab, masjid yang berdiri pada 2002 silam itu menjadi langganan pemudik untuk beribadah hingga beristirahat.
Letaknya di persimpangan antarkabupaten menjadi salah satu alasan, Tepatnya, di antara pertigaan Jalan Gajah Mada atau jalan penghubung Surabaya, Tuban, Cepu, dan Ngawi. Kemudian, Jalan Basuki Rahmat yang menuju arah Kabupaten Tuban, dan letak masjid yang berdekatan dengan stasiun Bojonegoro.
‘’Tempat parkir yang luas, dan (serambi) masjid yang luas jadi alasan untuk beristirahat,” tutur Ali Mustofa, takmir masjid Baabus Shofa.
Tak hanya menyediakan sarana fisik, masjid juga menyediakan kebutuhan puasa yakni air minum dan takjil gratis selama Ramadan, hingga adanya internet gratis atau free wifi bagi pengunjung.
Pembina Takmir Alamul Huda Masyhur menyampaikan, bahwa lokasi masjid yang luas dan strategis membuat masjid bisa digunakan untuk seluruh hajat yang positif, mulai parkir kendaraan dan event keagamaan lain. ‘’Akhir-akhir ini banyak pengunjung dadakan saat waktu mudik,” ungkapnya kepada Radar Bojonegoro.
Menurutnya, lokasi masjid tersebut memang kerap digunakan masyarakat untuk beristirahat saat perjalanan jauh. Bahkan, masjid yang berdiri 22 tahun ini baru saja direnovasi, tepat sebelum adanya mudik Lebaran tahun ini.
Mengingat semakin penuhnya jemaah khususnya pada salat Jumat yang sampai meluber keluar serambi, membuat pengurus Masjid meluaskan Masjid pada Mei 2023. Pelebaran serambi itu yakni 5 meter masing-masing ke arah selatan dan utara, kemudian 6 meter di sisi timur. Dengan desain masjid yang dipertahankan terbuka tanpa adanya tembok penghalang. (*/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana