Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Badai Puyuh Robohkan 13 Rumah dan Gedung SD

Y
BENCANA: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 30 Oktober 2002, mencatat 13 rumah dan sebuah gedung SD roboh karena diterjang angin. (DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO)
BENCANA: Arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 30 Oktober 2002, mencatat 13 rumah dan sebuah gedung SD roboh karena diterjang angin. (DOKUMENTASI RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Badai angin puyuh menghantam dua kecamatan di Bojonegoro 24 tahun silam. Berdasar koran Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 30 Oktober 2002, ada 13 rumah dan sebuah gedung sekolah dasar (SD) roboh karena kejadian tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, tapi kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Badai angin puyuh itu terjadi di Desa Bobol, Kecamatan Sekar, dan Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo. Data di lokasi kejadian menyebutkan, badai angin puyuh yang terjadi di Desa Bobol memporak-porandakan enam rumah warga dan 1 bangunan SD. Rumah-rumah tersebut milik Bari, 50; Basirun, 40; Kasimah, 45; Kairan, 46; Jono, 30; dan Miran, 48.

Sedangkan bangunan SD yang rusak berat adalah SDN 1 Bobol. Di Desa Sumberrejo, musibah tersebut meluluhlantakan tujuh rumah warga. Yakni, milik Nyaimin, 54; Radimun, 35; Sabar, 52; Maidi, 52; Juwarmi, 42; Parmi, 48; dan Lamijan. ‘’Itu data sementara rumah dan bangunan sekolah yang roboh,’’ kata Kepala Kantor Kesejahteraan Sosial Pemkab Bojonegoro Mashuri.

Hingga berita ini ditayangkan saat itu, petugas masih kesulitan menjangkau rumah-rumah korban. Sehingga, pendataan korban dan kerugian yang diderita belum maksimal. ‘’Sampai saat ini (29 Oktober 2002, red) petugas kami masih mendata di lokasi kejadian,’’ ujar Mashuri.

Advertisement

Badai angin puyuh kali ini merupakan yang kedua di Bojonegoro selama setahun terakhir. Beberapa hari lalu, kejadian serupa memorak-porandakan puluhan rumah dan bangunan SD di Desa Tanggungan, Kalirejo, Nganti, Blimbinggede, Kecamatan Ngraho dan Desa/Kecamatan Dander.

Menurut Mashuri, musibah tersebut terjadi tak lepas dari gundulnya hutan akibat penebangan liar oleh warga sekitar beberapa waktu lalu. Meski demikian, dia mengimbau korban menerima musibah itu dengan lapang dada. ‘’Saya berharap warga introspeksi agar kejadian ini tidak terulang. Insyaallah, dalam waktu dekat, pemkab akan membantu para korban. Jumlahnya masih dibahas,’’ katanya. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kerugian Kebakaran Pasar Randublatung Rp 1,3 Miliar

Kerugian Kebakaran Pasar Randublatung Rp 1,3 Miliar

Kejadian pahit menimpa Blora 24 tahun silam. Berdasar arsip Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 27 Oktober 2002, terjadi kebakaran Pasar Induk Randublatung Jalan Raya Randublatung Cepu sekitar pukul 01.00 pada 26 Oktober 2002. 

Tren Kuliner TikTok di Bojonegoro, dari Makanan Viral hingga Restoran Hidden Gem

Tren Kuliner TikTok di Bojonegoro, dari Makanan Viral hingga Restoran Hidden Gem

Fenomena ini turut meramaikan dunia kuliner di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Berbagai konten food vlogger yang memperlihatkan makanan unik, porsi jumbo, harga terjangkau, hingga suasana tempat makan estetik

Minimarket Menjamur di Bojonegoro, UMKM Hadapi Persaingan Tak Langsung

Minimarket Menjamur di Bojonegoro, UMKM Hadapi Persaingan Tak Langsung

Menjamurnya minimarket modern di Bojonegoro menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer