Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Ketika Hari Pertama Pendaftaran CPNS 2004 Silam Diwarnai Demonstrasi

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
SAMPAIKAN ASPIRASI: Aksi massa menyampaikan aspirasi tentang tudingan kecurangan seleksi CPNS 2004 silam.
SAMPAIKAN ASPIRASI: Aksi massa menyampaikan aspirasi tentang tudingan kecurangan seleksi CPNS 2004 silam.

 


Advertisement

Hari pertama pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Bojonegoro pada 2004 lalu diwarnai aksi demo guru bantu. Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro pada 2 November 2004 guru bantu SD lulusan sekolah pendidikan guru (SPG) mempertanyatakan persyaratan CPNS SD yang tidak memperbolehkan lulusan SPG untuk mendaftar.


Aksi tersebut berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Bojonegoro mulai pukul 08.00. Massa aksi berasal dari 27 kecamatan di Bojonegoro. Namun pewakilan dinas pendidikan mengaku pihaknya hanya sebagai pelaksana.

Ngadimin salah satu perwakilan guru bantu SD mengatakan aturan yang tidak memperbolahkan lulusan SPH mendaftar CPNS adalah bentuk pengebirian hak guru bantu sebagai warga negara.

‘’Jika di luar daerah seperti Mojokerto, Tulungagung, dan Blora bisa mendaftar. Kenapa di Bojonegoro tidak boleh. Jumlah guru bantu mencapai 1.200 orang,” jelasnya.

Advertisement

Massa kemudian bergeser ke kantor badan kepegawaian deaerah (BKD) setempat. Setelah mendapat saran dari dinas pendidikan.

Jupri salah satu perwakilan aksi yang ditemui sekretaris BKD kala itu Kusnandaka mengatakan di depan perwakilan guru bantu kusnandaka menyatakan persyaratan yang ada dalam rekrutmen sudah tidak bisa diubah.

Massa lalu ingin menemui Bupati Santoso. Namun ketika di kantor pemkab ditemui Asisten III Setda Djinda Muhdin. Oleh Djinda guru bantu SD disarankan meminta surat tebusan dari BKD untuk menemui bupati.

Advertisement

Djinda mengatakan bahwa persyaratan yang ada sudah menjadi ketentuan dan tidak bisa diubah lagi. ‘’Masukan ini akan kami tampung agar rekrutmen tahun berikutnya bisa dimasukkan. Jika ada yang ingin mendaftar bisa daftar ke daerah lain,” ungkapnya.

Berbeda nasib, guru tidak tetap (GTT) swasta bisa mendaftar CPNS 2004. Syaratnya berusia di atas 35 tahun namun tidak sampai 40 tahun. Kepastian tersebut menyusul faksimile dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) nomor K.26-20/Kol-10-4901. Dalam faksimile tertanggal 30 Oktober 2004 tersebut menyatakan GTT sekolah swasta boleh mengadu nasib menjadi CPNS di lingkungan dinas pendidikan setempat.

Ketua Forum Komunikasi GTT-GB Bojonegoro A. Wahid mengatakan, kebijakan tersebut sesuatu yang membahagiakan GTT. Terlebih sebelumnya GTT sekolah swasta sempat tidak diperbolehkan mendaftar CPNS. Namun sejak turunnya faksimile itu GTT mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan pendaftar CPNS lain. (irv/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guru di Desa Sudu Kampanyekan Pilah Sampah sejak Dini

Guru di Desa Sudu Kampanyekan Pilah Sampah sejak Dini

Pemerintah Desa Sudu bersama Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) menggelar pelatihan pemilahan sampah bagi para tenaga pendidik di Balai Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/10)

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Perkuat Pembinaan OSN di Unigoro

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Perkuat Pembinaan OSN di Unigoro

Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memotivasi guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi sains.

Cerpen Radar Bojonegoro: Meretas Dupa Panas oleh Ahmad Fanani Mosah

Cerpen Radar Bojonegoro: Meretas Dupa Panas oleh Ahmad Fanani Mosah

GEBYAR Tahun ajaran baru mengandung gebrakan baru. Setidaknya demikian yang terlintas tanpa batas seorang kepala sekolah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer