Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru di Desa Sudu Kampanyekan Pilah Sampah sejak Dini

Y
PILAH SAMPAH: Guru di Desa Sudu diharapkan menjadi penggerak pengolahan sampah. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
PILAH SAMPAH: Guru di Desa Sudu diharapkan menjadi penggerak pengolahan sampah. (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perubahan perilaku dalam mengelola sampah tidak cukup hanya mengandalkan imbauan membuang sampah pada tempatnya.

Kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya menjadi kunci utama agar limbah rumah tangga bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan.

Advertisement

Pemerintah Desa Sudu bersama Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) menggelar pelatihan pemilahan sampah bagi para tenaga pendidik di Balai Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/10)

Menurut Kepala SD Negeri 2 Sudu Muyatin, pelatihan pemilahan sampah memberikan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan dalam kegiatan belajar-mengajar harian di sekolah.

"Anak-anak sebenarnya mudah meniru. Kalau kita sebagai guru memberi contoh langsung cara memilah sampah organik dan anorganik di sekolah, mereka akan terbiasa dan membawanya jadi kebiasaan di rumah," katanya saat pelatihan pemilahan sampah dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bermitra dengan YDTI.

Advertisement

Lewat sinergi ini, para guru didorong menjadi teladan dan penggerak kesadaran ekologis bagi para siswa di sekolah maupun lingkungan sekitar.

Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan industri hulu migas dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan merupakan salah satu fokus penting industri hulu migas.

“Kami percaya bahwa edukasi melalui tenaga pendidik akan mempercepat terbentuknya budaya memilah sampah yang konsisten dan berkelanjutan di Desa Sudu," ujar pria yang akrab dipanggil Malik tersebut.

Kepala Desa Sudu, Abdul Manan menyambut positif kolaborasi antarlembaga tersebut. Ia menilai keterlibatan sekolah, pengelola sampah, dan industri akan mempercepat terwujudnya kawasan desa yang bersih dan sehat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ajak Para Pendidik di Desa Sudu Menumbuhkan Budaya Memilah Sampah Sejak Dini

Ajak Para Pendidik di Desa Sudu Menumbuhkan Budaya Memilah Sampah Sejak Dini

Program edukasi lingkungan ini merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bermitra dengan YDTI.

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Perkuat Pembinaan OSN di Unigoro

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Perkuat Pembinaan OSN di Unigoro

Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memotivasi guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi sains.

Cerpen Radar Bojonegoro: Meretas Dupa Panas oleh Ahmad Fanani Mosah

Cerpen Radar Bojonegoro: Meretas Dupa Panas oleh Ahmad Fanani Mosah

GEBYAR Tahun ajaran baru mengandung gebrakan baru. Setidaknya demikian yang terlintas tanpa batas seorang kepala sekolah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer