
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ribuan calon pekerja mengikuti walk in interview PT Shou Fong Lastindo di Kecamatan Sumberejo, Senin (12/10) untuk mengisi sekitar 3.000 posisi baru. Besarnya kebutuhan tenaga kerja menjadi peluang bagi pencari kerja di Bojonegoro. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam membangun kedisiplinan dan kesiapan pekerja baru menghadapi dunia industri.
Manager HRD PT Shou Fong Lastindo Bojonegoro Elok Faiqoh mengatakan, saat ini perusahaan mempekerjakan sekitar 3.300 orang. Biaya tenaga kerja atau labor cost yang dikeluarkan mencapai Rp 15 miliar hingga Rp 17 miliar per bulan.
"Saat ini PT Shou Fong ada 3.300 pekerja," ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Bojonegoro memiliki kemampuan yang tidak kalah bersaing. Pekerja lokal dinilai mampu menghasilkan sepatu berstandar internasional. Namun, kemampuan tersebut tetap harus didukung pelatihan sesuai dengan bidang pekerjaan masing-masing.
Seperti pada bagian menjahit, misalnya, membutuhkan ketelitian sehingga masa pelatihannya lebih panjang. Perusahaan menerapkan penilaian melalui tiga hingga enam kali latihan sebelum pekerja ditempatkan di bagian masing-masing.
"Orang Bojonegoro aslinya pintar-pintar semua. Sudah bisa membuat sepatu taraf internasional," terangnya.
Namun, persoalan kerap muncul ketika pekerja baru mulai menjalani rutinitas kerja. Elok menyebut, sebagian pekerja, terutama lulusan baru, masih menghadapi tantangan beradaptasi dengan budaya kerja dan kedisiplinan di perusahaan.
“Setelah training, mereka masuk ke bagian masing-masing. Kebanyakan setelah training lolos, kalau tidak aneh-aneh. Kebanyakan sering bolos. Apalagi yang baru lulus, bekerja. Kebanyakan belum paham mentality perusahaan. Jadi, kadang dia sendiri yang resign," jelasnya. (ewi/zim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




