Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bojonegoro di Tengah Badai Harga Minyak Global

M
Penulis: M. Nurkhozim❯
Infografis besaran DBH Migas Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis besaran DBH Migas Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Saat ini harganya sudah di atas 100 dolar AS per barel.

Sebagai negara pengimpor minyak bumi, APBN Indonesia bakal tertekan. Apalagi, sampai di dalam negeri, minyak itu disubsidi sehingga beban APBN akan semakin besar untuk menstabilkan harganya.

Advertisement

Namun, jika harganya tidak dijaga, harga Pertalite bisa naik puluhan persen. Jika hari ini Pertalite dijual seharga Rp10.000,00 per liter, kenaikan 30 persen akan menjadikannya Rp13.000,00 per liter.

Dampaknya akan panjang. Harga kebutuhan pokok akan naik karena ongkos angkut juga akan ikut naik. Masyarakat akan semakin kesulitan. Inilah yang disebut inflasi.

Saat ini Indonesia adalah negara importir minyak. Kebutuhan minyak bumi di Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak dalam negeri hanya mampu memenuhi 600 ribu barel per hari.

Advertisement

Sisanya, sebanyak 1 juta barel, harus diimpor dari luar negeri.

Indonesia memang tidak banyak melakukan impor langsung dari negara-negara Timur Tengah. Sebagian besar impor bahan bakar minyak (BBM) jadi berasal dari Singapura dan Malaysia. Namun, kedua negara itu pun mengimpor dari Timur Tengah, bukan memproduksi sendiri. Singapura tidak memiliki sumur minyak.

Seharusnya Indonesia mengimpor langsung dari negara-negara Teluk karena bisa lebih efisien dan tidak bergantung pada negara tetangga.

Namun, hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Ada praktik mafia yang sulit dikendalikan, bahkan oleh negara sekalipun.

Advertisement
Editor : M. Nurkhozim
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

Penurunan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Bojonegoro dari 5.610 menjadi 2.794 anak patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada penurunan angka administratif.

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilo

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Ita Nur Faizah, Jadwalkan Hiking Tiap Bulan

Layaknya Ita Nur Faizah, tak tahu jelas kapan hobi itu muncul, tapi bagi perempuan akrab disapa Ita itu, mendaki dan travelling adalah bagian dari kebahagiaan hidup.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer