Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Awal Tahun Empat Pasien DBD Meninggal

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
BLORA, Radar Bojonegoro - Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok bagi masyarakat Blora. Awal tahun 2023 ini, DBD sudah merenggut empat korban jiwa. Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, hingga saat ini (27/2) ada 56 kasus DBD. Terdiri 39 kasus selama Januari dan 7 kasus pada Februari.

 

Terhitung sekitar 150 kasus diduga DBD masih tahap demam dengue. Masyarakat diminta waspada seiring cuaca kerap hujan rentan memengaruhi perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) diperlukan.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Edy Widayat melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Sutik mengatakan, dari 56 kasus DBD pada Januari dan Februari, bahkan merenggut empat nyawa, rentan menyerang anak-anak, usia 15 tahun ke bawah.

 

Sebab, kekebalan tubuh anak-anak usia tersebut masih belum kuat. ‘’DBD ini kan siklus 5 tahunan. Saat ini Kecamatan Blora Kota masih tertinggi yaitu 11 kasus,’’ bebernya.

 

Masyarakat diminta menjaga kebersihan seiring cuaca agar nyamuk Aedes Aegypti tak mudah berkembang biak. Galakkan 3M yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang. Ia mengklaim, penggalakan PSN melalui puskesmas. Termasuk fogging setiap wilayah. Namun, DBD hanya memutus rantai perkembangbiakan nyamuk saja.

 

Sebelumnya, 2022 lalu jumlah kasus DBD termasuk tinggi. Terhitung ada 594 kasus DBD menyebar di berbagai wilayah Blora. Sutik berharap agar masyarakat selalu memperhatikan kebersihan lingkungan dan waspada jika ada indikasi DBD.

‘’DBD adalah virus bahaya,’’ jelasnya. (hul/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Waspada Penyakit di Awal Musim Hujan, DBD hingga Leptospirosis Mengintai

Waspada Penyakit di Awal Musim Hujan, DBD hingga Leptospirosis Mengintai

Memasuki awal musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi muncul akibat genangan air, lingkungan yang lembap, serta buruknya kebersihan lingkungan.

KDKMP Tak Pengaruhi Kuota Distribusi LPG Subsidi 3 Kilogram di Blora

KDKMP Tak Pengaruhi Kuota Distribusi LPG Subsidi 3 Kilogram di Blora

Masuknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam jaringan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di Blora, tidak diikuti penambahan kuota.

Anggaran Perbaikan Jalan Provinsi di Blora Dipangkas Satu Ruas Rp 12,2 Miliar

Anggaran Perbaikan Jalan Provinsi di Blora Dipangkas Satu Ruas Rp 12,2 Miliar

Perbaikan jalan provinsi di Blora mengalami perubahan. Satu dari tiga titik mengalami pengurangan anggaran, yakni untuk ruas Kunduran-Ngawen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer