Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Begini Asal-Usul dan Sejarah Desa Pandantoyo di Kecamatan Temayang, Bojonegoro

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 17 Agustus 2025 | 20:53 WIB
Kantor Kepala Desa Pandantoyo Temayang. (Dok. Radar Bojonegoro)
Kantor Kepala Desa Pandantoyo Temayang. (Dok. Radar Bojonegoro)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tim magang Radar Bojonegoro dari Universitas Bojonegoro melakukan wawancara sejarah desa bersama perangkat Desa Pandantoyo, Kecamatan Temayang pada awal Agustus (8/8) lalu.

Menurut catatan profil desa, nama Pandantoyo berasal dari dua kata: “Pandan” dan “Toyo”. Pandan adalah tanaman berduri yang biasanya tumbuh di tepi parit atau sumber air, dan dahulu digunakan masyarakat untuk membuat tikar. Sementara Toyo dalam bahasa Jawa berarti air.

Kisah turun-temurun menyebutkan, asal-usul nama desa bermula ketika seorang wali Allah yang sedang menyebarkan agama Islam melintas di wilayah ini. Saat cuaca terik, sang wali beristirahat dan bertemu seorang penggembala sapi. Ia meminta seteguk air, namun penggembala tidak membawanya. Sebagai gantinya, penggembala memanjat pohon kelapa dan memetik buahnya.

Sebelum meminum air kelapa itu, sang wali bertanya apakah kelapa tersebut milik si penggembala. Ketika dijawab bahwa itu bukan miliknya, sang wali enggan meminum barang yang bukan haknya.

Baca Juga: Begini Asal-Usul Nama Nama Desa Bakulan di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro

Kelapa muda itu kemudian dibelah menjadi dua dan ditanam di tempat ia beristirahat. Atas kehendak Allah, keduanya tumbuh subur dan tempat itu dinamai Sekembar.

Melanjutkan perjalanan ke arah utara, sang wali menemukan sumber air di bawah pohon pandan berduri yang lebat. Ia pun menamai wilayah tersebut Pandantoyo, gabungan dari kata pandan dan toyo.

Kamituwo atau Kepala Desa Pandantoyo, Budi menambahkan bahwa dahulu tanaman pandan banyak tumbuh di sepanjang jalan poros desa, dan sumber air melimpah di berbagai titik. “Mungkin dari situlah nama pandan diambil dari tanaman pandan, dan toyo dari banyaknya sumber air,” ujarnya. (vir-mgg/edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pandan #universitas bojonegoro #temayang #islam #Sumber Air #bojonegoro #Air #agama islam