BLORA, Radar Bojonegoro - Wilayah Blora mulai memasuki peralihan musim, rerata bencana kebakaran meningkat saat musim kemarau. Dalam dua hari lalu, tercatat telah terjadi dua kebakaran. Diprediksi kejadian kebakaran bakal meningkat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri mengatakan, dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, musim hujan telah usai. Saat ini, wilayah Blora mengalami peralihan musim menuju musim kemarau.
’’Sudah peralihan musim, kalau melihat tahun sebelumnya musim kemarau bencana kebakaran meningkat,” ujarnya. Pihaknya memaparkan, dalam dua hari terakhir telah terjadi kebakaran.
Pertama, kebakaran di tempat pembuangan sampah warga, bekas bangunan SMK Muhammadiyah Ngawen pada Minggu malam lalu (5/5). Untungnya api tidak sampai merambat ke ruang kelas dan permukiman warga.
’’Kami terjunkan tiga armada mobil damkar, untungnya api cepat bisa dipadamkan. Banyak sampah menumpuk termasuk bekas bangunan,” terangnya. Tri melanjutkan, kebakaran kedua terjadi di gudang penggilingan beras di Desa Keser, Kecamatan Tunjungan kemarin (6/5).
Dua mobil damkar dikerahkan padamkan api. Tidak ada korban jiwa, hanya saja mesin penggilingan yang ditengarai awal mula kemunculan api hangus terbakar. ’’Untuk stok gabah yang ada dalam gudang tidak terbakar, karena api langsung cepat dipadamkan,” jelasnya.
Diprediksi, musim kemarau banyak terjadi kebakaran. Ia mengatakan, rerata kebakaran di wilayah permukiman hingga wilayah hutan. Pihaknya juga telah mengantisipasi dengan imbauan kepada masyarakat. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari