BOJONEGORO, Radar Bojonegoro- Mendung menghiasi langit Bojonegoro kemarin (26/2) sore. Meski salah satu kedai kopi di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas tetap ramai pengunjung. Rerata pengunjung duduk bergerombol.
Namun, di sudut kedai kopi tersebut terdapat satu pengunjung duduk sendiri. Pemuda itu menggunakan jaket betudung. Sepintas terlihat pendiam dan kalem. Tak tergambar sosok lucu atau humoris di wajahnya.
Padahal pemuda tersebut M. Faisal Rahman, salah satu pembuat konten (content creator) di Bojonegoro. Beberapa konten videonya viral di Instagram dan Tiktok.
Faisal mengatakan, mulai membuat konten video parodi sejak Januari tahun lalu. Konten pertama dibuat berupa video pendek komedi. Namun, terus berkembang dan semakin beragam konten yang di buat.
Mulai parodi outfit atau gaya berpakaian masyarakat Bojonegoro dari berbagai wilayah. Lalu video musik parodi. Hingga mengangkat permasalahan pengangguran di Kota Ledre namun dikemas dengan unik dan lucu.
Pemuda 28 tahun tersebut membuat kontan video parodi sebagai bentuk pengungkapan keresahan terkait fenomena terjadi di sekitar. Tapi melalui kritik sosial dengan berbalut komedi lucu, sehingga tidak menyinggung.
Selain itu, dengan membuat konten ingin menjadi influencer yang mampu memberikan dampak baik pada masyarakat. Tentu melalui konten video lucu yang dibuat.
Salah satu konten video komedi yang dibuat berupa gaya berpakaian masyarakat di wilayah barat Bojonegoro selalu berhubungan dengan proyek minyak dan gas (migas). Seperti menggunakan kaus, jaket maupun atribut lain. Walau tidak bekerja di bidang migas
‘’Konten tersebut bentuk keresahan masyarakat di wilayah barat begitu mengincar pekerjaan di bidang migas, padahal banyak pekerjaan lain. Namun tetap dikemas dengan humor,” ungkap pengusaha sablon tersebut.
Pada proses kreatif pembuatan video, Faisal hanya mengalir dan tidak terburu-buru. Sehingga konten dibuat bisa lebih matang dan mengena penonton. Tentu memertimbangan kedekatan isi konten dengan penonton sendiri.
‘’Banyak penonton ketika video komedi mengangkat Bojonegoro,” jelas content creator yang salah satu videonya ditonton 509 ribu orang di Tiktok tersebut.
Faisal terkadang melihat video dari content creator lain untuk mencari inspirasi. Juga membaca komentar penonton yang menyampaikan keresahannya atau keluhan. Sehingga semakin banyak ide-ide konten muncul.
‘’Jika terispirasi dari content creator lain berusaha untuk meminta izin membuat konten serupa,” jelas alumni Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tersebut.
Kendala dihadapi pemiliki akun @faisalrahminho tersebut tidak bisa membuat konten setiap hari. Alasannya harus membagi waktu dengan kesibukannya sebagai pengusaha sablon. Terlebih proses pembuatan konten dilakukan sendiri.
‘’Ketika sedang banyak inspirasi bisa cepat dalam proses pembuatan konten. Ditambah suasana hati yang baik,” jelas pemuda asal Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu tersebut.
Respons beragam didapatkan Faisal dari konten dibuat. Mulai dari penonton yang suka, maupun menyampaikan kereseahan serupa. Bahkan ada konten yang dikomentari mantan pejabat di Bojonegoro. (*/msu)
Editor : Hakam Alghivari