BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pemandangan sungai Bengawan Solo tertutupi eceng gondok, di Desa Manukan, Kecamatan Gayam. Tanaman itu menyelimuti permukaan aliran sungai Selasa (5/9), dampaknya aktivitas warga mencari ikan berhenti, dan penyeberangan terhambat.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, ribuan eceng gondok menutupi hampir seluruh permukaan aliran Bengawan Solo di Desa Manukan, Kecamatan Gayam dan membentang sepanjang lebih dari 200 meter. Tampak perahu kayu milik warga setempat terjebak di tengah hamparan eceng gondok tersebut.
‘’Sulit menyeberang, padahal banyak sawah warga berada di seberang sungai,” ungkap Sutris, salah satu petani.
Dia menambahkan, hilir mudik ke seberang sungai menggunakan perahu terhalang. Meski eceng gondok akan hilang dengan sendirinya saat musim hujan. Namun, setiap tahun jumlahnya semakin bertambah. Menumpuknya eceng gondok membuat aliran sungai mampet dan perahu kayu milik warga terjebak di tengah.
Candra, salah satu warga di sekitar sungai mengatakan, eceng gondok selalu muncul setiap musim kemarau, khususnya saat air mulai surut. Menurutnya, eceng gondok bisa digunakan untuk pakan ternak, namun saat ini sudah jarang warga beternak.
Akhirnya eceng gondok dibiarkan, dan menunggu hilang saat musim hujan datang. ‘’Keberadaan tanaman itu membuat aktivitas mencari ikan mandek,” bebernya. (dan/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto