BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Jumlah laporan kebakaran maupun non-kebakaran masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) alami kenaikan tiap tahunnya. Tahun ini tiap bulan ada ratusan laporan diterima damkarmat.
Tiap tahunnya laporan non-kebakaran terus naik. Dulu sekitar 50-70 laporan per bulan, sedangkan tahun ini mencapai 100 laporan masuk per bulan,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro Ahmad Adi Winarto.
Berdasar data, pada 2020 sebanyak 394 laporan, pada 2021 sebanyak 799 laporan, dan pada 2022 sebanyak 867 laporan. Lalu pada Januari hingga Mei sudah 549 laporan masuk. Laporan didominasi ular masuk permukiman warga, lalu disusul penanganan tawon ndas atau vespa affinis,” beber Adi.
Menurutnya, jumlah penanganan ular tiap tahun selalu tinggi akibat pengaruh cuaca. Dua tahun terakhir curah hujan cukup tinggi, sedangkan ular selalu mencari tempat hangat untuk bersembunyi. Biasanya ular bersembunyi di gudang tumpukan barang.
Jadi kebersihan rumah wajib dijaga, agar tidak menjadi tempat persembunyian ular. Kadang ular masuk ke rumah juga cari makan seperti tikus,” ungkapnya.
Sementara itu, tingginya laporan masuk disebabkan masyarakat semakin mengenal damkar. Uniknya, masyarakat menganggap damkar serbabisa. Bahkan, laporan masuk benar-benar beragam. Tak jarang tim kami menangani laporan HP atau kunci masuk selokan. Juga penanganan cincin yang susah dilepas dari jari serta kerap menderek mobil terperosok,” ujarnya.
Sedangkan, laporan kebakaran cenderung alami penurunan. Pada 2021 sebanyak 150 kejadian, pada 2022 sebanyak 128 kejadian. Lalu, data per Juni 2023 sebanyak 62 kejadian. Penyebab kebakaran masih didominasi korsleting listrik. (bgs/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto