Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pinjam Pakai Combin Menambah Pendapatan Petani Bojonegoro

Y

 


Advertisement

PANEN PADI: Petani Desa Wedi, Kecamatan Kapas sedang memanen padi dengan alat combin yang difasilitasi DKPP Bojonegoro. Petani sangat terbantu dengan alsintan yang dibiayai dari uang negara itu
PANEN PADI: Petani Desa Wedi, Kecamatan Kapas sedang memanen padi dengan alat combin yang difasilitasi DKPP Bojonegoro. Petani sangat terbantu dengan alsintan yang dibiayai dari uang negara itu

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -Petani Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro sangat terbantu dengan fasilitas pinjam pakai combin dari Pemkab Bojonegoro, melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat, di panen raya musim tanam pertama 2026.

 

Advertisement

Jika sebelumnya dengan pemotong panen manual dengan mesin blower, biaya jasa panen setiap 1 ton gabah sekitar Rp 800.000 ribu, belum termasuk konsumsi pekerja. Membutuhkan waktu sehari.

 

Saat menggunakan combin dari DKPP Bojonegoro biaya jasa panen padi setiap 1 ton gabah Rp 400.000. Dengan waktu sekitar 60 menit.

Advertisement

 

"Dengan combine dari pemkab Bojonegoro ini lebih cepat, dan menambah pendapatan petani," kata Syaroful Anam, salah satu petani Desa Wedi, Kecamatan Kapas.

 

Menurut dia, baru kali ini petani di desanya mendapat fasilitas alsintan combin untuk panen padi.

 

Melihat tahun lalu, saat panen raya di musim pertama, banyak padi petani yang rusak karena terbatasnya tenaga untuk panen.

 

Dan biaya combin yang dibawa tengkulak gabah, biaya jasa potong per 1 ton sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu, tergantung lokasi.

"Alhamdulillah, pinjaman combin ini sangat membantu petani, terima kasih Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah," tuturnya sambil tersenyum.

Combin dari Pemkab Bojonegoro itu berbeda dengan alaintan lainnya, salah satunya jerami sisa pemotongan itu lebih lembut, sehingga langsung terurai dan campuh dengan tanah, sehingga menjadi pupuk organik. "Setahu saya, combin lain itu jeraminya menumpuk, dan sulit terurai, sehingga tanam kedua rawan asem-asemen (tanaman padi merah)," imbuh Soim, petani lainnya.

Sementara itu, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Salak Desa Wedi memastikan pinjam pakai combin ini sudah sesuai hasil musyawarah, dan harapan petani, mengacu tahun lalu banyak padi petani yang roboh, karena keterbatasan alat combin untuk memanen.

"Selain itu, belum ada petani Desa Wedi ini yang punya combin, yang sebelumnya datang itu dari luar desa yang dibawa tengkulak, sehingga gapoktan hadir, untuk pinjam pakai untuk semua petani yang membutuhkan," kata Pengurus Gapoktan Salak Moh. Mudhir. (yna/msu)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Event Pemkab Bojonegoro Tak Lagi Terpusat Di Kota

Event Pemkab Bojonegoro Tak Lagi Terpusat Di Kota

Gelaran event di Bojonegoro bakal semakin merata. Pemkab Bojonegoro tidak lagi memusatkan kegiatan di wilayah perkotaan. Ke depan, sejumlah agenda hiburan dan festival akan lebih banyak digelar di tingkat kecamatan hingga desa.

Geopark Bojonegoro Berstatus UNESCO Global Geopark

Geopark Bojonegoro Berstatus UNESCO Global Geopark

Hasil Sidang Council UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 di Kantor UNESCO, Paris, Prancis, Senin (2/11). Geopark Bojonegoro resmi mendapat pengakuan internasional.

Popda dan Peparpeda Jatim berlangsung hingga 11 November,  345 Kontingen Bojonegoro Bidik 10 Besar

Popda dan Peparpeda Jatim berlangsung hingga 11 November, 345 Kontingen Bojonegoro Bidik 10 Besar

Sebanyak 345 kontingen Kabupaten Bojonegoro diberangkatkan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026, Selasa (27/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer