RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Endapan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro sebenarnya bukan hanya tahun ini. Sebaliknya, sudah terjadi sekitar 2020 silam.
Namun, uang APBD Bojonegoro mengendap kembali terkuak setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut simpanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mencapai Rp 3 triliun dalam rapat bersama pemerintah daerah (pemda) tentang inflasi.
Menteri kerap disapa Purbaya ini juga menegaskan, tugas pemerintah bukan untuk mengumpulkan bunga dari tabungan. Tapi, membangun dan memastikan uang yang diperoleh berdampak bagi perekonomian di daerah.
Namun, Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Anie Susanto Hartoyo mengatakan, uang simpanan sebenarnya di angka Rp 2,7 triliun. Disimpan dalam bentuk deposito di Bank Jatim.
"Koreksi, sebenarnya simpanannya adalah Rp 2,7 triliun dalam bentuk deposito di Bank Jatim. Simpanan tersebut dalam rangka memanfaatkan idle cash sebagai upaya optimalisasi PAD (pendapatan asli daerah)," beber Anie, sapaan akrabnya kemarin (22/10).
Dia menyebut, penyimpanan itu dilakukan karena saat ini kas dalam bentuk giro dirasa masih cukup untuk membiayai kegiatan. Dengan disimpan dalam bentuk deposito bunga lebih tinggi. Menggunakan sistem automatic roll over (ARO) atau sistem perpanjangan deposito secara otomatis ketika masuk jatuh tempo.
Jadi, lanjut dia, bisa dicairkan setiap bulan. Sedangkan, pada 31 Desember semua harus dikembalikan dalam bentuk giro. Anie menjelaskan, untuk bunga giro sebesar 1,75 persen. Sedangkan, deposito di angka 4,25 persen. Dan, ada penempatan atau pemindahan dari bentuk giro ke deposito di sekitar Februari-Maret.
Anie menjelaskan, sebelum penempatan tersebut bunga sebesar 4 persen. Baru setelahnya menjadi 4,25 persen. Sehingga, setiap bulannya kas daerah otomatis terisi sekitar Rp 9 miliar.
"Yang penempatan sebelumnya 4 persen. Jadi, 4 persen dibagi 12 bulan dikali Rp 1,5 triliun. Setelahnya, 4,25 persen dibagi 12 bulan dikali Rp 1,2 triliun. Langsung ditranfer ke kas daerah," jelas dia.
Sementara itu Pimpinan Cabang Bank Jatim di Bojonegoro Kartika Diah Sri Rahayu belum bisa dikonfirmasi, alasannya masih survei. ‘’Maaf, saya masih survei,’’ tulisnya dalam pesan WhatsApp (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana