RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di jantung Kabupaten Bojonegoro, terdapat sebuah situs legendaris yang menyimpan fenomena alam unik dan kisah sejarah mendalam. Situs ini bernama Kayangan Api, sebuah destinasi yang tak hanya menawarkan keajaiban alam berupa api abadi, tetapi juga menjadi saksi bisu dari warisan budaya yang tak pernah padam.
Penjelasan Ilmiah di Balik Api yang Abadi
Menurut data resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, api di Kayangan Api adalah fenomena geologis alami. Api tersebut berasal dari rembesan gas alam yang keluar dari celah-celah batuan di bawah tanah. Gas ini, saat berinteraksi dengan oksigen di atmosfer, akan menyala secara spontan dan terus menerus.
Sifat api yang tidak padam ini menjadikannya objek studi menarik bagi ilmuwan dan ahli geologi, sekaligus menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan yang datang.
Kisah Mpu Kriyo Kusumo: Legenda yang Mengakar Kuat
Meskipun secara ilmiah dapat dijelaskan, Kayangan Api juga memiliki kisah legenda yang sangat mengakar di masyarakat Bojonegoro. Diceritakan, pada masa Kerajaan Majapahit, lokasi ini merupakan tempat kerja seorang pandai besi sakti bernama Mpu Kriyo Kusumo.
Mpu Kriyo Kusumo menggunakan api dari Kayangan Api yang tak pernah padam untuk menempa senjata-senjata pusaka, termasuk keris. Kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari cerita rakyat, melainkan dihidupkan dalam tradisi.
Setiap tahun, dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, obor dari api abadi ini diambil dalam sebuah upacara adat. Api ini kemudian digunakan sebagai api suci untuk menyalakan obor utama, sebuah tradisi yang secara simbolis menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Kayangan Api Saat Ini: Destinasi Wisata Sejarah dan Pusat Budaya
Saat ini, Kayangan Api telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Bojonegoro. Selain api abadi, area ini juga dikelilingi oleh hutan jati yang teduh, menawarkan suasana tenang dan asri. Berdasarkan informasi dari situs pariwisata lokal, di area ini juga terdapat beberapa peninggalan bersejarah dan tempat-tempat yang dikeramatkan yang memiliki cerita unik tersendiri.
Situs ini sering menjadi lokasi berbagai acara kebudayaan, seperti pertunjukan seni tradisional, pementasan Wayang Thengul, dan ritual adat lainnya. Ini membuktikan bahwa Kayangan Api tidak hanya bertahan sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai pusat kehidupan budaya dan tradisi masyarakat Bojonegoro. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko