Sekretaris DPRD Edi Susanto mengatakan, bahwa pemanfaatan lobi DPRD sebagai ruang rapat paripurna baru kemarin. Selain proses direhabilitasi, kondisi ruang paripurna berisiko ambrol atapnya. Mengingat sekarang ini hampir setiap hari hujan.
“Kondisi ruang paripurna membahayakan, setiap hujan itu pasti ada beberapa titik atap ada yang ambrol. Beberapa waktu lalu atap tepat di bawah ruang pimpinan juga ambrol,” beber Edi.
Disinggung progres rehabilitasi gedung DPRD, Edi memperkirakan masih di bawah 50 persen. Adapun rehabilitasi gedung DPRD ini memperbaiki atap-atap lantai dua yang sudah lapuk dan memperluas ruang pimpinan DPRD.
“Ruang pimpinan itu kurang layak, perlu diperluas,” bebernya.
Disinggung akan ada opsi rapat paripurna di luar gedung DPRD seperti di aula hotel, Edi masih belum bisa berkomentar.
Sejauh ini ruangan lantai dua yang masih digunakan ialah ruang sekretaris DPRD dan ketua DPRD. Sedangkan tiga wakil ketua DPRD sekaligus tujuh ruang fraksi DPRD dikosongkan. Atapnya sudah dijebol untuk diperbaiki.
Adapun lelang rehabilitasi gedung DPRD dengan anggaran Rp 2,8 miliar. Pemenang lelang proyek ialah CV Giri Bangun asal Kabupaten Banyuwangi dengan penawaran harga Rp 2,6 miliar. Pengerjaan rehabilitasi dimulai akhir Juli lalu.
Selain rehab, juga ada proyek gedung baru DPRD di Jalan Veteran. Megaproyek senilai Rp 77,8 miliar digarap PT Tiara Multi Teknik asal Surabaya itu ditargetkan rampung Desember. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto