Oki masih ingat kali pertama mendapatkan lesung. Pada 2017 silam masyarakat di sekitar rumahnya berniat mengikuti pawai budaya dan ingin menampilkan tradisi pertanian, yakni lesung. Namun, menemukan lesung bukan hal mudah di zaman sekarang.
Usai pawai budaya, ibu-ibu di sekitar rumahnya kian mahir memainkan lesung. Rerata mereka berasal dari desa. Semasa kecil mereka kerap memainkan lesung. Meski Kelurahan Jetak tidak ada sawah, namun ibu-ibu semangat bermain lesung.
Hingga akhirnya ibu-ibu di Kelurahan Jetak urunan atau patungan membeli lesung atau alat penumbuk gabah itu. Akhirnya dia mendapatkan lesung di Kecamatan Ngraho. ‘’Saya dapat harga Rp 1,5 juta. Usianya 80 tahun,’’ ujarnya.
Dari situ, ibu-ibu di Kelurahan Jetak aktif bermain lesung. Kini, mereka sudah bisa memainkan berbagai lagu dengan irama musik lesung. Mereka kerap tampil di berbagai acarab baik di Bojonegoro maupun luar kota. (zim/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto