Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Yasmani, asumsi kuota haji masih 50 persen. “Alasannya daftar tunggu hingga 2090 itu karena di dalam sistem daftar tunggu ini masih menggunakan asumsi kuota haji tahun ini. Sebagaimana Pemerintah Arab Saudi hanya memberikan kuota sekitar 50 persen,” jelasnya kemarin (15/6).
Jadi, apabila tahun depan kuota haji Indonesia kembali 100 persen, tentu secara otomatis daftar tunggu akan kembali normal. “Di Bojonegoro sekarang antrean haji kalau kuotanya normal 100 persen, sekitar 35 tahun,” bebernya.
Antuasiame warga Bojonegoro daftar haji lumayan tinggi. Setidaknya ada lima hingga sepuluh orang daftar haji per harinya.
Adapun setoran awal daftar haji senilai Rp 25 juta. Selain itu, apabila sudah pernah menunaikan ibadah haji tidak bisa mendaftar lagi tahun berikutnya. “Kalau sudah pernah berangkat haji, yang bersangkutan baru boleh daftar haji lagi setelah sepuluh tahun,” imbuhnya.
Perlu diketahui, sebanyak 722 jemaah haji berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Sebagian besar jemaah haji Bojonegoro sudah berada di Makkah. “Sekarang di Mekkah sedang menunaikan umrah wajib bagi haji tamattu’,” tuturnya.
Jemaah haji Bojonegoro tergabung dalam Embarkasi Surabaya gelombang satu yang mana mendarat di Madinah dahulu, baru ke Makkah. Sedangkan jemaah haji gelombang kedua mendarat di Makkah dahulu, baru ke Madinah. (bgs/rij)