TUBAN, Radar Tuban - Dalam rangka memeringati hari kontrasepsi sedunia 2021, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan Keluarga Berencana (Dispemasdes dan KB) Tuban menggelar MOW (metode operasi wanita) dan MOP (metode operasi pria) gratis untuk masyarakat se-Kabupaten Tuban.
Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Dispemasdes dan KB bersama BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Jawa Timur, RS Medika Mulia Tuban, TNI, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tuban. Pada acara MOW – MOP Sabtu (23/10) itu dilakukan pelayanan KB kepada 180 akseptor MOW dan 14 akseptor MOP se-Kabupaten Tuban.
Turut hadir Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukitowati, S.ST., M.M; Kepala Dispemasdes dan KB Tuban Nurjanah, SH., MM; Direktur RS Medika Mulia Tuban dr. Herry Widijanto; Pasiter Kodim 0811 Tuban Kapten Czi Khairil Anwar; tim dokter yang dipimpin Kolonel Dr. Yudi Andriansyah, Sp.Og, K.Onk, M.Kes; beserta jajaran tamu undangan.
Kepala Dispemasdes dan KB Tuban Nurjanah, SH, MM mengatakan pelaksanaan MOW – MOP sebagai wujud pelaksanaan program penekanan laju jumlah penduduk. Dengan program keluarga berencana dua anak lebih sehat, kesejahteraan keluarga juga bisa ditingkatkan. ‘’Dengan MOW dan MOP, laju penduduk dan tingkat kematian ibu karena melahirkan bisa ditekan,’’ kata dia.
Nurjanah menjelaskan MOW diikuti 180 akseptor wanita dan 14 akseptor pria. Semuanya gratis dengan biaya ditanggung pemerintah. Proses MOW dan MOP sangat cepat dan minim risiko. Terbukti setelah diselenggarakan rutin tiap tahun, tidak ada keluhan dari para akseptor atau masyarakat yang mengikuti. ‘’Alhamdulillah selama ini tidak ada risiko atau gangguan setelah masyarakat mengikuti MOW atau MOP,’’ tuturnya.
Nurjanah mengatakan terselenggaranya MOW dan MOP atas kerja sama berbagai pihak. Selain sinergitas Dispemasdes dan KB bersama BKKBN Jawa Timur, juga ada peran Kodim 0811 Tuban dalam melakukan pendataan akseptor. Para Babinsa Kodim 0811 Tuban berperan penting mendorong masyarakat untuk ikut MOW dan MOP. ‘’Babinsa Kodim 0811 Tuban berperan dalam melakukan pendataan dan pelayanan kepada para akseptor,’’ jelasnya.
Selain itu, kata Nurjanah, peran RS Medika Mulia Tuban juga sangat penting dalam kesuksesan acara. RS Medika Mulia Tuban membantu penyelenggaraan administrasi dan tenaga kesehatan selama pelaksanaan secara profesional. Pihak RS juga menyediakan ruang operasi dan 75 bed untuk para akseptor beristirahat pasca operasi.
Meskipun diikuti ratusan akseptor, acara berlangsung sesuai protokol kesehatan ketat. Setiap akseptor wajib selalu menggunakan masker dengan aturan jaga jarak dan cuci tangan.
‘’Kami ucapkan banyak terima kasih atas kerja sama hingga pelaksanaan MOW dan MOP tahun ini sukses,’’ ucap Nurjanah.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Waluyo Ajeng Lukitowati, S.ST., M.M mengatakan MOW dan MOP adalah salah satu program KB. MOW dan MOP dilakukan dengan operasi sterilisasi untuk mencegah pasangan suami istri memiliki anak lagi. MOW dilakukan untuk sang ibu dan MOP dilakukan untuk bapak. ‘’Ini kegiatan rutin tiap tahun,’’ kata dia.
MOW dan MOP adalah program untuk mencegah pasangan suami istri agar tidak memiliki anak lagi. Dianjurkan untuk pasutri yang sudah memiliki anak lebih dari tiga atau yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Pejabat yang akrab disapa Luki ini menjelaskan MOW atau MOP, keduanya baik untuk membantu keluarga mencegah kelahiran anak.
Luki menjelaskan MOW dilakukan kepada ibu yang tidak memiliki riwayat gangguan kesehatan. Sementara jika sang ibu tidak lolos skrining MOW, maka KB bisa dilakukan kepada sang bapak dengan MOP. ‘’MOW dan MOP adalah bentuk kasih sayang pasangan untuk merencanakan kesejahteraan keluarga,’’ ujarnya.
Kepada para peserta, Luki menegaskan MOW dan MOP dilakukan oleh dokter yang berpengalaman. Tim dokter yang dipimpin dari Kodam V Brawijaya dibantu oleh tim medis lain yang profesional. Sehingga dipastikan semua pelaksanaan sesuai prosedur. ‘’MOW dan MOP tidak sedikit pun memengaruhi kualitas hubungan suami istri, justru keluarga akan semakin harmonis’’ terang dia.
Dalam acara tersebut, juga diberikan testimoni pria yang pernah menjadi akseptor MOP. Dijelaskan pria tersebut, tidak ada perubahan sama sekali saat sebelum dan sesudah MOP. Hanya saat beberapa kali berhubungan, tidak sampai berakhir kehamilan. Pria yang juga penyuluh KB itu meyakinkan kepada semua masyarakat agar turut menyukseskan program penekanan laju penduduk demi kesejahteran masyarakat.
Selama penyelenggaraan, tim dari BKKBN Provinsi Jatim dan Dispemasdes dan KB Tuban mengecek pelaksanaan MOW – MOP dengan mendatangi sejumlah akseptor. Semuanya dipastikan sehat dan tidak ada kendala apa pun dalam penyelenggaraan acara hingga selesai.
Editor : Bachtiar Febrianto