
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bojonegoro belum sepenuhnya rampung. Dari total 430 desa/kelurahan, sebanyak 365 unit koperasi disebut telah terbangun. Namun, baru 85 unit yang beroperasi, sedangkan sekitar 280 unit lainnya direncanakan mulai beroperasi secara serentak pada 20 November mendatang.
Ketua Asosiasi KDKMP Bojonegoro Sugianto mengatakan, berdasarkan data asosiasi, masih terdapat 65 unit koperasi yang belum terbangun. Sementara itu, ratusan koperasi yang bangunannya telah tersedia masih bersiap untuk memulai operasional.
"KDKMP yang beroperasi masih 85 unit. Dari manajer, pada 20 November besok dibuka serentak sisanya," ujarnya, Minggu (25/10).
Sugianto menjelaskan, dari 430 desa/kelurahan di Bojonegoro, sebanyak 365 di antaranya telah membangun KDKMP. Setelah dikurangi 85 unit yang sudah beroperasi, terdapat sekitar 280 koperasi yang masih menunggu pembukaan operasional.
Dengan demikian, pembukaan serentak tersebut diharapkan dapat mempercepat operasional koperasi yang telah terbangun. Meski begitu, rencana tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Terkait kesiapan sumber daya manusia, Sugianto menyebut rata-rata KDKMP, baik yang telah beroperasi maupun yang direncanakan buka pada 20 November, sudah memiliki manajer. Mereka disebut mulai menyiapkan kebutuhan barang yang akan dijual serta berkoordinasi dengan pengurus koperasi masing-masing.
"Rata-rata sudah ada dari informasi yang kami terima, untuk yang sudah operasional serta yang rencana beroperasi pada 20 November. Karena mereka sudah diberi tugas menyiapkan kebutuhan bahan yang akan dijual nanti serta koordinasi dengan pengurus KDKMP masing-masing," jelasnya.
Menurut Sugianto, setiap manajer bertanggung jawab atas satu unit KDKMP. Seluruh manajer yang dimaksud berdomisili di Bojonegoro, meski penempatannya tidak selalu berada di kecamatan asal.
Sebagai contoh, manajer dari Kecamatan Malo dapat ditempatkan di Kecamatan Padangan. Begitu pula manajer dari Padangan yang bertugas di desa lain di luar wilayah asalnya. Sugianto menilai penempatan tersebut tidak menjadi persoalan selama masih berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
"Jadi masih wajar. Selama masih di dalam Bojonegoro menurut kami enggak apa-apa. Untuk yang 20 November masih wacana, kalau sudah ada informasi lebih lanjut kami kabari," pungkasnya. (yna/zim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




