RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Efisiensi anggaran sangat berdampak pada pembangunan di Kota Mustika. Tahun ini anggaran untuk infrastruktur disunat hingga Rp 279 miliar dari tahun sebelumnya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora mengestimasi anggaran tahun ini hanya mampu mengkaver pembangunan sekitar 6 kilometer (km) jalan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora Nizamudin Al Huda mengungkapkan, tahun ini anggaran pembangunan jalan hanya sekitar Rp 21 miliar.
“Targetnya, kurang lebih 6 kilometer (km) jalan untuk menekan persentase jalan rusak yang masih cukup tinggi,” ujar Huda.
Pemangkasan anggaran tahun ini cukup tinggi. Ia membandingkan, pada tahun lalu anggaran pembangunan jalan mencapai sekitar Rp 300 miliar.
Penurunan drastis ini menjadi tantangan serius bagi DPUPR Blora dalam menjaga kualitas jalan daerah.
“Kami sudah berusaha mengajukan Inpres lagi. Harapannya minimal sama dengan anggaran Inpres tahun kemarin,” jelasnya.
Huda menuturkan, percepatan pelaksanaan pembangunan menjadi kunci utama, khususnya pada triwulan pertama tahun anggaran.
“Kalau serapan kita bagus dan besar, Insya Allah ada peluang penambahan dana transfer ke daerah dari pusat,” ucapnya.
Tahun lalu pihaknya memfokuskan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan untuk menjaga tingkat kemantapan jalan di angka 69 persen. “Jangan sampai turun. Syukur-syukur bisa naik,” imbuhnya.
Ia mengklaim, kanal pengaduan masyarakat DPUPR Blora relatif sepi dari keluhan serius terkait kondisi jalan sepanjang Tahun 2025 lalu. Justru, diakuinya, sebagian besar masukan yang diterima bernada positif.
Baca Juga: Telan Anggaran Rp 7,2 Miliar, Gedung Kejari Blora yang Baru Siap Ditempati
“Banyak respons positif. Masyarakat senang karena pembangunan jalan cukup masif,” pungkasnya. (ozi/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko