Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdik Blora Bakal Panggil Guru Diduga Berperilaku Tak Pantas ke Siswi

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
Ilustrasi Pelecehan (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Pelecehan (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dugaan pelanggaran etika yang melibatkan seorang guru dan siswi di salah satu SMPN di Kecamatan Randublatung, memicu keprihatinan publik.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan digital, yang dinilai tidak pantas dalam relasi pendidikan. Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku berinisial P diduga mengajak murid untuk kencan secara berdua dan menolak kehadiran pihak lain.

Advertisement

Pola komunikasi itu dinilai berpotensi melanggar batas profesional antara guru dan peserta didik. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda memastikan, pihaknya telah menerima informasi tersebut dan akan segera menindaklanjuti.

‘’Yang bersangkutan akan kami panggil ke dinas untuk dimintai klarifikasi. Prosesnya tetap sesuai aturan dan menjunjung asas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Ia menegaskan, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku, jika terbukti terjadi pelanggaran. ‘’Kami juga menekankan pentingnya menjaga profesionalitas guru, termasuk dalam komunikasi di ruang digital,” jelasnya.

Tokoh Front Blora Selatan Exy Wijaya mendesak agar kasus ini ditangani secara transparan dan akuntabel. Ia menilai relasi guru dan murid memiliki ketimpangan kuasa, sehingga setiap bentuk pendekatan personal di luar kepentingan akademik berpotensi menjadi penyalahgunaan wewenang.

‘’Perlindungan terhadap murid harus menjadi prioritas, termasuk pendampingan psikologis dan jaminan keamanan,” tegasnya.

Menurutnya, kasus ini juga menjadi peringatan penting terkait lemahnya pengawasan interaksi guru dan murid, khususnya melalui pesan pribadi. Tanpa batasan yang jelas, komunikasi berpotensi keluar dari koridor profesional.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan klarifikasi menyeluruh, sekaligus memperkuat mekanisme pengaduan yang aman bagi korban. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. (hul/ind)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guru di Desa Sudu Kampanyekan Pilah Sampah sejak Dini

Guru di Desa Sudu Kampanyekan Pilah Sampah sejak Dini

Pemerintah Desa Sudu bersama Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI) menggelar pelatihan pemilahan sampah bagi para tenaga pendidik di Balai Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (28/10)

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Perkuat Pembinaan OSN di Unigoro

Ratusan Guru Ikuti Pelatihan Perkuat Pembinaan OSN di Unigoro

Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memotivasi guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi sains.

Cerpen Radar Bojonegoro: Meretas Dupa Panas oleh Ahmad Fanani Mosah

Cerpen Radar Bojonegoro: Meretas Dupa Panas oleh Ahmad Fanani Mosah

GEBYAR Tahun ajaran baru mengandung gebrakan baru. Setidaknya demikian yang terlintas tanpa batas seorang kepala sekolah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer