‘’Misal Hari Santri Nasional (HSN) terkait sejarah santri, kalau Agustus sejarah kemerdekaan,’’ tutur dara asal Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah ini.
Sebelum kegiatan kidung candrakanta, Windy menyiapkan kegiatan lomba terlebih dulu di setiap ranting dan komisariat se-Kecamatan Kalitengah. Selanjutnya menyiapkan tema yang bakal diulas sejarahnya, serta mencari pemateri untuk mengisi kegiatan.
‘’Menambah ilmu pengetahuan mengenai sejarah,’’ ucap mahasiswi Unisda ini.
Windy mengaku, banyak kesan yang didapat saat menjadi ketua. Selain membuatnya lebih mandiri, jabatan tersebut juga menuntutnya untuk bisa mengakomodasi seluruh anggota.
‘’Menampung keluh kesah sana-sini, serta mencari solusi orang banyak,’’ ujar dara berusia 21 tahun ini. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari