SUDAH sekitar setahun ini Cahya Agustina Arfiansyah mengerjakan pesanan buket. Ketatnya persaingan usaha sejenis dirasakannya ketika calon konsumen membanding-bandingkan harga dengan produk milik orang lain.
‘’Kendala dari tren, ada yang tanya harga kemahalan. Padahal, bukan barangnya, tapi menilai jasanya penting,’’ kata Tina.
Meski banyak ‘’pemain’’ buket, Tina tetap ingin berjuang di usaha tersebut. Dia menargetkan tahun depan bisa mendirikan toko di rumahnya.
‘’Kalau besok ada toko, otomatis ada stok,’’ imbuh perempuan 19 tahun ini.
Pengerjaan buket tergantung tingkat kerumitan. Tina sehari dapat mengerjakan 10 buket. Terkadang, ada konsumen yang membawa barang sendiri. Dia tinggal merangkai.
Menurut Tina, setiap jasa buket berbeda. Alasannya, karya seseorang beda – beda.
‘’Kalau model baru, awalnya pakai tutorial,’’ ucap dara asal pantura Lamongan ini. (sip/yan)
Editor : Yuan Edo Ramadhana