RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Potensi pariwisata di Kabupaten Bojonegoro terus berkembang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro mencatat terdapat 77 daya tarik wisata yang tersebar di berbagai wilayah. Mulai kategori rintisan, berkembang, hingga mandiri. Dari jumlah tersebut, wisata buatan masih mendominasi.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Amin Asrofin, menjelaskan, puluhan destinasi itu terdiri atas berbagai jenis wisata. Yakni empat wisata karst, tiga wisata kerajinan, empat wisata migas, tiga wisata heritage, delapan wisata edukasi, tujuh agrowisata, satu wisata kuliner, 13 wisata alam, 16 wisata religi dan ziarah, serta 18 wisata buatan.
“Wisata buatan memang masih mendominasi. Tetapi hampir semuanya memiliki potensi edukasi,” ujarnya.
Menurut Amin, daya tarik wisata berbeda dengan desa wisata. Sebab, desa wisata harus ditetapkan melalui surat keputusan (SK) bupati dan memiliki sejumlah syarat tertentu.
“Salah satu syarat desa wisata adalah adanya daya tarik wisata di desa tersebut. Jadi, desa wisata dan wisata desa itu berbeda,” jelasnya.
Baca Juga: Jadi Magnet Wisata Baru, Waduk Sonorejo Capai Ribuan Pengunjung di Akhir Pekan
Saat ini, lanjut dia, Bojonegoro baru memiliki dua desa wisata. Yakni Desa Sidobandung, Kecamatan Balen dan Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.
Selain memiliki destinasi wisata, desa wisata juga harus didukung kelompok sadar wisata (pokdarwis), homestay atau penginapan lokal, hingga keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Amin menambahkan, mayoritas konsep wisata di Bojonegoro mengarah pada wisata edukasi. Beberapa destinasi yang mengusung konsep tersebut di antaranya wisata Teksas Wonocolo, Waduk Pacal, Kahyangan Api, Negeri Atas Angin, hingga Agrowisata Belimbing.
“Di dalamnya ada unsur edukasi. Misalnya di Agrowisata Belimbing, pengunjung tidak hanya menikmati wisata, tetapi juga belajar sejarah dan fungsi tanaman belimbing dalam mencegah erosi,” pungkasnya. (yna/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana