RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pulau Dewata memang identik dengan hamparan pantai yang memukau dan gemerlap klub malam. Namun, jika Anda mencari pengalaman liburan yang lebih bermakna dan kaya akan nilai spiritual, menjelajahi desa-desa wisata di Bali adalah jawabannya.
Desa wisata terpopuler di Bali menawarkan perpaduan sempurna antara budaya yang kental, arsitektur tradisional yang estetik, dan tingkat kebersihan lingkungan yang berstandar internasional. Mari tinggalkan sejenak hiruk-pikuk perkotaan dan selami daya tarik 6 desa wisata magis di Bali yang telah diakui dunia!
1. Desa Wisata Penglipuran, Bangli: Ikon Kebersihan Dunia yang Menenangkan
Tidak sah ke Bali jika belum mampir ke Penglipuran. Desa ini bagaikan lorong waktu yang membawa Anda ke masa lalu Bali yang asri dan teratur.
-
Keunggulan Utama: Desa Penglipuran secara konsisten dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Mengusung konsep tata ruang Tri Hita Karana (keseimbangan hubungan manusia, alam, dan Tuhan), desa ini bebas dari kendaraan bermotor. Bangunan rumah warga seragam menggunakan material bambu tradisional, dikelilingi taman yang tertata rapi dan hutan bambu yang rimbun.
Baca Juga: 7 Desa Wisata Kelas Dunia di Indonesia Ini Siap Bikin Lupa Pulang
-
Tarif Masuk: Untuk wisatawan domestik dewasa, tiket masuk dibanderol sekitar Rp25.000.
-
Sumber Kredibel: Profil desa wisata unggulan dari Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kemenparekraf RI.
2. Desa Ubud, Gianyar: Jantung Seni dan Kedamaian Batin
Ubud adalah primadona bagi mereka yang mencari pelarian dari stres (healing) sekaligus inspirasi seni.
-
Keunggulan Utama: Dikenal sebagai pusat seni, budaya, dan yoga kelas dunia. Ubud menawarkan panorama persawahan terasering yang mendunia, galeri seni di setiap sudut jalan, hingga pertunjukan tari tradisional setiap malamnya. Ini adalah episentrum bagi pelancong yang ingin menemukan kedamaian batin.
3. Desa Trunyan, Bangli: Menguak Misteri Tradisi Pemakaman Kuno
Terletak di tepi Danau Batur yang eksotis, Trunyan menawarkan wisata budaya yang sarat akan nilai sejarah dan aura mistis.
-
Keunggulan Utama: Berbeda dengan tradisi Ngaben pada umumnya di Bali, Desa Trunyan mempraktikkan tradisi pemakaman mepasaran. Jenazah tidak dikubur atau dibakar, melainkan hanya diletakkan di atas tanah dan dipagari anyaman bambu. Ajaibnya, jenazah tersebut tidak mengeluarkan bau busuk karena dinetralisasi oleh aroma harum dari akar Pohon Taru Menyan raksasa yang tumbuh di sekitarnya.
-
Sumber Kredibel: Jurnal Antropologi Budaya Nusantara, Kemendikbudristek RI.
4. Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem: Sisa Warisan Asli Bali Aga
Jika ingin melihat wajah asli Bali sebelum datangnya pengaruh luar, Desa Tenganan adalah destinasi yang tepat.
Baca Juga: 8 Destinasi Wisata Malam Surabaya Paling Hits 2026
-
Keunggulan Utama: Desa ini dihuni oleh suku Bali Aga (penduduk asli Bali). Tenganan sangat terkenal di dunia tekstil internasional karena merupakan satu-satunya tempat di Indonesia yang memproduksi Kain Tenun Gringsing (teknik ikat ganda yang sangat langka). Selain itu, desa ini memiliki ritual tahunan Perang Pandan (Mekare-kare) sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Indra.
5. Desa Wisata Blimbingsari, Jembrana: Wujud Indahnya Toleransi
Tersembunyi di perbukitan dekat Taman Nasional Bali Barat, Desa Blimbingsari adalah contoh sempurna dari akulturasi budaya yang harmonis.
-
Keunggulan Utama: Desa ini sangat unik karena mayoritas penduduknya beragama Kristen, namun mereka mempertahankan adat dan arsitektur Bali yang sangat kental. Hal ini terlihat jelas dari bentuk bangunan gereja yang menyerupai Pura (Gereja PNIEL) dan ibadah yang kerap menggunakan pakaian adat Bali serta diiringi gamelan. Pesona agrarisnya juga memanjakan mata!
6. Desa Wisata Carangsari, Badung: Menelusuri Jejak Sang Pahlawan Nasional
Bagi para pecinta sejarah dan petualangan, Carangsari menyimpan cerita kepahlawanan yang heroik.
-
Keunggulan Utama: Desa ini merupakan tempat kelahiran Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. Selain wisata sejarah yang menggugah jiwa nasionalisme, pengunjung juga ditawarkan pengalaman ekowisata menarik seperti trekking melintasi kebun cokelat, mengamati kehidupan monyet liar di Sangeh Monkey Forest yang berdekatan, hingga rafting.
Baca Juga: Road Trip JLS Blitar–Tulungagung: Rekomendasi 6 Pantai untuk Berlibur Bersama Keluarga
Tips Penting Saat Berkunjung ke Desa Wisata Bali:
-
Hormati Adat Setempat: Setiap desa memiliki awig-awig (hukum adat) dan pantangan masing-masing. Selalu jaga perilaku, cara berpakaian (gunakan kain sarung/selendang jika diwajibkan), dan jangan sembarangan menyentuh benda sakral.
-
Minta Izin Sebelum Memotret: Terutama di Desa Trunyan atau saat masyarakat sedang melakukan ritual ibadah, pastikan Anda meminta izin kepada pemandu atau warga lokal sebelum mengambil foto atau video.
-
Dukung Ekonomi Lokal: Sempatkan untuk membeli suvenir, karya seni, atau mencicipi kuliner khas langsung dari warga setempat sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata berkelanjutan. (*)