BLORA, Radar Bojonegoro - Teknik pengobatan tradisonal Tiongkok yakni, akupuntur masih eksis di Blora. Cukup banyaknya warga berkonsultasi masalah kejiwaan, akupuntur bisa menjadi salah satu pengobatan alternatif pereda stres atau depresi.
Galih, salah satu praktisi pengobatan Akupuntur di Kecamatan Cepu mengaku masih merintis pengobatan akupuntur di kliniknya. Menurutnya, pengobatan teknik akupuntur belum begitu familier di kalangan masyarakat. Padahal punya manfaat bagi tubuh dan kesehatan.
’’Akupuntur banyak manfaatnya, termasuk untuk meredakan stres dan depresi,” katanya. Perempuan paro baya tersebut mengungkapkan, teknik penusukan jarum ke pori-pori kulit dapat memicu hormon endorfin keluar.
Karena hormon endorfin adalah hormon yang diproduksi tubuh untuk pereda rasa sakit dan bertanggung jawab atas rasa senang yang muncul dari tubuh manusia. ’’Dengan menusukkan jarum akupuntur bisa memicu hormon endorfin yang secara alami sudah ada di tubuh manusia," terangnya.
Teknik pengobatan masyarakat Tiongkok tersebut bisa menjadi alternatif bagi banyaknya orang dengan masalah kejiwaan. Data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora mencatat pada awal tahun ini sudah tercatat 1.151 orang dengan gangguan kejiwaan ringan.
Termasuk bagi para caleg yang depresi karena kalah dalam kontestasi pileg tahun ini. ’’Kami menerima pasien yang mengalami stres, khusus perempuan,” terangnya. Praktik pengobatan dengan menusukkan jatum ke titik-titik vital tubuh tersebut perlu kecakapan dan pengetahuan.
Seperti tusukan jarum di kepala untuk meredakan migrain. Titik pergelangan pangan dapat meredakan gejala mual dan muntah, serta lain sebagainya. ’’Ada titik-titik yang memang khusus, bisa juga digunakan untuk kecantikan,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini ada perkembangan dalam akupuntur. Yaitu, tambahan alat semacam penyaluran listrik bertekanan kecil. Aliran listrik itu disalurkan ke jarum yang ditusukkan ke tubuh pasien. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari