Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Eksistensi Seni Jaranan, Dapat Berkah Musim Hajatan

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 16 Juli 2023 | 19:36 WIB
BUDAYA: Seni jaranan khas Bojonegoro ini masih eksis. Musim hajatan ini mereka dapat berkah tanggapan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
BUDAYA: Seni jaranan khas Bojonegoro ini masih eksis. Musim hajatan ini mereka dapat berkah tanggapan. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hajatan bagi masyarakat kota acap kali digelar di gedung atau hotel, dengan dekorasi dan hiburan musik modern. Berbeda dengan masyarakat desa, hajatan biasanya digelar di rumah masing-masing.

Tidak kalah meriah, setiap hajatan di desa, sering kali ada tanggapan atau panggung hiburan kesenian tradisional. Seni jaranan salah satunya kesenian khas Bojonegoro yang mendapat berkah di musim hajatan.

Seni jaranan masih memiliki penikmat sendiri, terbukti puluhan kelompok jaranan masih eksis di Bojonegoro. Bahkan, musim hajatan, dalam sehari grup seni jaranan bisa main dua sampai delapan tempat.

Suroso ketua Kelompok Seni Jaranan Muda Bhirawa mengatakan, acara kesenian jaranan dan reog masih menjadi hiburan di musim hajatan. Bahkan, menjadi rangkaian rutin tradisi sedekah bumi. Rerata musim hajatan dan sedekah bumi pada Syawal dan Besar (penanggalan Jawa) atau April-Mei dan Juni-Juli seperti saat ini.

‘’Per hari saja bisa menggelar dua sampai delapan tempat berbeda di Bojonegoro,” ungkapnya.

Penikmat Seni Jaranan Nusantara (PSJN) Bojonegoro Gempur Witjaksono mengatakan, masih ada sekitar 30 kelompok seni jaranan di Kota Ledre. Masing-masing punya penikmatnya sendiri, bahkan ada fans klub rerata mengikuti jadwal main setiap kelompok.  Bahkan, rutin menyaksikan hingga hajatan dan bersih desa.

Silvya Anggraeni pemain seni jaranan Atmojo Putro mengatakan, bulan-bulan seperti musim hajatan, tentunya permintaan atau bisa disebut tanggapan ini semakin banyak. Perempuan 19 tahun tersebut menilai, sebagai generasi muda tentu meneruskan apa sudah menjadi warisan budaya bangsa. ‘’Harus memiliki kesadaran menjaga,” ujarnya. (dan/rij)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#jaranan #Desa #seni #Budaya #kesenian #tradisional #seni tari #hajatan #tari #Hiburan #berkah #Tradisi