LAMONGAN, Radar Lamongan - Mobil remote control (RC) drift menjadi salah satu hobi mahal. Pehobi harus merogoh kantong cukup dalam. Salah satunya Anaz Surya Syamsa, 36, yang mengutak-atik mobil RC drift kesayangannya, Jumat (14/7).
Maklum, sebentar lagi mobil mainan tersebut akan diikutkan perlombaan di Surabaya. Mobil RC drift dipersiapkan satu minggu jelang perlombaan. Mulai ganti oli shock breaker, servis, dan pengecekan baterai. Untuk baterai biasanya bertahan sekitar 1 jam.
''Menyesuaikan dengan sirkuitnya, ada yang keramik licin dan ada juga yang standar. Semuanya bisa diantisipasi dengan ban yang disediakan,'' tutur Anaz, sapaan akrabnya.
Dia menjelaskan, satu mobil RC drift rakitan standar minimal seharga Rp 12 juta per unit. Namun, Anaz sudah menggelontorkan Rp 30 juta untuk merakit mobil RC drift ini.
Untuk mobil RC drift ini semua dirakit sendiri. Semua komponen didapatkan dari Jepang melalui distributor resmi di Jakarta, ungkapnya.
Komponen mobil RC drift ini dirakit secara manual. Mulai dari chasis mobil, body, hingga komponen elektronik seperti baterai dan dinamo. Sebab, menurut dia, setiap pehobi memiliki preferensi karakter yang berbeda-beda.
Kebanyakan kerusakan cenderung di kaki-kaki, ban, dan shock breaker-nya bisa miring dan tegak, ucap pria tiga anak ini.
Dia mengatakan, jika sedang tidak dijalankan, maka shock breaker harus dilepas. Sebab, shock breaker yang tidak dilepas menahan beban terus menerus, yang membuat cepat rusak.
Pria yang sudah menggemari mobil RC drift sejak Tahun 2014 ini, sudah memenangkan berbagai perlombaan di Surabaya maupun di Jakarta. Ada beberapa penilaian dalam perlombaan di antaranya speed (kecepatan) dan style (gaya).
Sedangkan, teknik paling dasar yang harus dipelajari adalah pola lingkaran. Setelah itu, mendalami pola angka delapan, yang melatih teknik rem dan gas. Jika tekun belajar, biasanya sekitar setahun sudah mahir memainkan mobil RC drift di lintasan.
Asalkan rutin berlatih dan jangan malu bertanya, ucapnya. (mal/ind)
Editor : M. Yusuf Purwanto