BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Beda komposisi, beda rasa. Itulah rahasia rasa kopi bathok di Desa/Kecamatan Ngraho. Wedang kopi ini menambah khazanah minuman hangat di Bojonegoro. Bathok berarti kulit kelapa sekaligus sebagai cangkirnya.
Bukan memakai air. Penyajian kopi bathok khas Desa Ngraho ini diseduh dengan rebusan air kelapa. Tentu, sekali menyeruput menjadikan kopi bathok memiliki rasa pahit, gurih, dan segar.
Warungnya sederhana. Tidak menunjukkan identitas sebuah kafe. Berdiri dengan papan kayu jati dengan perawakan rumah pedesaan. Hanya, begitu masuk warung dengan keteduhan pohon penghijauan, terpampang slogan: panggon ngedemke pikir.
Baca Juga: Gurih Meski Hanya Dipadu Kecap
Kopi bathok ini dirintis sejak lima tahun lalu. Bermula dari kopi bathok dari Sumatera. ‘’Dulu belum ada makanan dan minuman khas Sumatera. Idenya dari Pak Lurah (kades) sebagai pemilik,” kata Eko Purwanto pengelola warung kopi bathok.
Aroma kopi bathok ini begitu berselera. Rasa pahit dari kopi dipadukan air kelapa gurih segar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat wedang kopi. Penyajian unik ini tentu menjadi jujugan anak muda bahkan para pejabat ketika melintas di perbatasan Bojonegoro dan Blora.
‘’Rasanya jelas beda dari kopi lain. Ini gurih segar dan pahit jadi satu,” tutur Miftakhul penikmat kopi bathok asal Kecamatan Kota. (yna/rij)
Editor : Yuan Edo Ramadhana