3 Poin Inti Artikel:
-
Aksi Sosial untuk Panti Sukorejo: Turnamen ini digagas oleh R.E.N.S. guna menyokong keputusan pengurus panti sosial di bawah pimpinan Patih Bojonegoro, M. Notopawiro, yang berencana membongkar gedung lama dan membangun fasilitas yang lebih layak bagi para penghuni di Desa Sukorejo (sebelumnya bernama Mojosari).
-
Kick-off Putri Bupati & Protes Offside: Laga penentu antara R.E.N.S. Bojonegoro dan Voetbalbond Blora dibuka secara simbolis melalui tendangan pertama oleh Soerjani, putri Bupati Bojonegoro. Pertandingan berlangsung sengit hingga diwarnai protes tim Blora atas gol kemenangan center-forward Bojonegoro di akhir laga yang dinilai offside.
-
Laga Antar-Daerah dan Derbi Lokal: Selain menyajikan bentrokan tim antarkota seperti Olivio Surabaya dan kombinasi ANIEM/E.M.R. Semarang, turnamen ini juga menggelar duel gengsi lokal antara Tim Kepolisian melawan Tim Guru se-Kabupaten Bojonegoro.
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Klub sepak bola legendaris R.E.N.S. sukses menggelar turnamen sepak bola amal di Bojonegoro untuk menggalang dana pemindahan dan perbaikan gedung panti sosial (Armentehuis) ke Desa Sukorejo.
Turnamen antarkota yang melibatkan tim-tim dari Surabaya, Semarang, Blora, hingga Cepu ini ditutup dengan laga penuh tensi antara R.E.N.S. Bojonegoro melawan Voetbalbond Blora yang berakhir dengan skor 3-2, diwarnai aksi protes keras isu offside pada gol penentu kemenangan tuan rumah.
Kisah menarik tentang solidaritas warga dan atmosfer sepak bola masa kolonial ini terdokumentasi dengan apik dalam arsip surat kabar De locomotief terbitan 17 Mei 1939, yang saat ini bisa kamu telusuri secara digital melalui pangkalan data sejarah Belanda di delpher.nl.
Namun, di dalam arsip tersebut tidak diketahui usia para pemain yang berlaga pada masa kolonial tersebut. Juga ada kemungkinan pemain yang bermain pada laga amal tersebut campur laki-laki dan perempuan.
Meski panitia sempat terkendala faktor cuaca hujan yang membuat hasil penjualan tiket tidak terlalu melonjak, namun antusiasme penonton, khususnya dari kaum perempuan, tercatat sangat tinggi. Hal ini tak lepas dari besarnya perhatian masyarakat terhadap gerakan kepedulian sosial yang sedang digalang oleh para pengurus kota.
Baca Juga: Manajemen Baru Persibo Optimistis Kasta, Wihadi Klaim Tak Ada Misi Politik
Di bawah kepemimpinan M. Notopawiro yang menjabat sebagai Patih Bojonegoro sekaligus Ketua Pengurus Panti Sosial (Armentehuis), disepakati bahwa para penghuni panti akan dipindahkan ke fasilitas yang lebih bersih dan memadai di Desa Sukorejo.
Selama ini, operasional penampungan tersebut didukung oleh komite Asib tingkat kabupaten dengan alokasi sekitar 50 Gulden per bulan untuk kebutuhan makan dan tempat tinggal.
Untuk membantu pendanaan proyek tersebut, klub R.E.N.S. mengambil inisiatif menggelar rangkaian laga uji coba. Berikut adalah hasil lengkap pertandingan yang tersaji sepanjang turnamen:
-
Tim Kabupaten Bojonegoro vs Kombinasi Aniem/E.M.R. (Bojonegoro & Semarang): 4–2
-
Olivio (Surabaya) vs R.E.N.S. (Bojonegoro): 1–2
-
Tim Kepolisian se-Kabupaten Bojonegoro vs Tim Guru se-Kabupaten Bojonegoro: 2–0
-
R.E.N.S. (Bojonegoro) vs Voetbalbond Blora: 3–2
Drama Tendangan Pertama hingga Keputusan Wasit
Pertandingan antara R.E.N.S. Bojonegoro melawan Voetbalbond Blora menjadi duel yang paling menyedot perhatian. Laga dimulai secara istimewa ketika putri dari Bupati Bojonegoro, Soerjani, melangkah ke tengah lapangan untuk melakukan kick-off. Menariknya, sesaat setelah tendangan pertama dilakukan, tim Blora langsung melancarkan serangan kilat yang hampir saja berbuah gol cepat!
Pertempuran sengit terjadi sepanjang babak. Kedua tim saling jual beli serangan hingga mendekati peluit panjang. Suasana memuncak ketika penyerang tengah (oenter/center-forward) Bojonegoro berhasil mencetak gol ke gawang Blora. Para pemain Blora langsung melayangkan protes keras kepada wasit karena menilai sang penyerang telah berdiri dalam posisi buitenspel (offside).
Namun, wasit Soeleiman asal Cepu yang bertugas memimpin pertandingan tetap berdiri teguh pada keputusannya dan mengesahkan kemenangan 3-2 untuk Bojonegoro.
Dari keseluruhan rangkaian pertandingan amal ini, panitia berhasil mengumpulkan hasil bersih sekitar 25 Gulden. Seluruh dana tersebut langsung diserahkan kepada pengurus panti sosial untuk mendukung pembangunan fasilitas baru di Desa Sukorejo. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko