RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Keputusan Barcelona mendatangkan Gabriel Jesus dari Arsenal bukan semata-mata untuk mencari pengganti penyerang utama. Transfer tersebut juga bisa menjadi solusi atas kebutuhan Hansi Flick akan sosok super-sub yang mampu mengubah jalannya pertandingan dari bangku cadangan.
Barcelona membayar €10 juta ditambah bonus untuk mendapatkan Gabriel Jesus. Penyerang asal Brasil itu kemudian dikontrak selama tiga tahun dan akan mengenakan nomor punggung 9 yang sebelumnya menjadi milik Robert Lewandowski.
Kebutuhan terhadap pemain seperti Gabriel Jesus semakin terlihat dari cara Flick menjalankan lini serang Barcelona pada tiga laga awal LaLiga.
Raphinha tampil mengesankan ketika dimainkan sebagai false nine. Peran tersebut membuat pemain asal Brasil itu tidak hanya berfungsi sebagai ujung tombak, tetapi juga lebih bebas turun menjemput bola, membuka ruang, serta terlibat dalam kombinasi serangan.
Baca Juga: Ngeri! Gelandang Kosta Rika, Pilih Tantangan Baru Bersama Bhayangkara FC
Performa tersebut tentu menjadi kabar positif bagi Barcelona. Namun, di sisi lain, situasi itu juga menunjukkan bahwa Flick membutuhkan opsi berbeda ketika skema false nine tidak berjalan sesuai harapan atau Barcelona membutuhkan penyerang dengan karakter yang lebih direct.
Di sinilah Gabriel Jesus bisa memiliki peran penting.
Gabriel Jesus merupakan penyerang yang terbiasa bermain di area depan sekaligus memiliki kemampuan untuk bergerak ke berbagai sisi lapangan. Pengalamannya di Premier League bersama Arsenal dan Manchester City membuatnya terbiasa menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Flick tidak harus langsung menjadikannya starter. Justru, Gabriel Jesus bisa menjadi pemain yang disiapkan untuk masuk pada babak kedua ketika pertahanan lawan mulai kehilangan energi.
Kehadirannya dari bangku cadangan memberikan Barcelona variasi serangan yang berbeda. Jika Raphinha mampu memberikan kreativitas melalui peran false nine, Gabriel Jesus dapat menawarkan mobilitas, agresivitas, dan ancaman langsung di area pertahanan lawan.
Situasi tersebut membuat kedalaman skuad Barcelona di lini depan menjadi lebih fleksibel.
Barcelona tidak lagi hanya memiliki satu pendekatan ketika membutuhkan gol. Flick bisa mempertahankan Raphinha sebagai false nine sejak awal pertandingan, kemudian memasukkan Gabriel Jesus ketika membutuhkan penyerang tengah yang lebih natural.
Sebaliknya, Gabriel Jesus juga dapat dimainkan sejak menit pertama apabila Flick membutuhkan karakteristik berbeda dalam pertandingan tertentu.
Dengan usia dan pengalamannya, Gabriel Jesus juga bukan pemain yang datang hanya untuk mengisi bangku cadangan. Persaingan di lini depan justru dapat membuat Flick memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan komposisi terbaik.
Baca Juga: Ngeri! Gelandang Kosta Rika, Pilih Tantangan Baru Bersama Bhayangkara FC
Transfer €10 juta tersebut pada akhirnya bisa menjadi investasi yang menarik bagi Barcelona. Gabriel Jesus mungkin bukan langsung menjadi pemain utama, tetapi perannya sebagai super-sub berpotensi sangat penting sepanjang musim.
Terlebih, kompetisi yang padat membuat Flick membutuhkan skuad dengan kedalaman yang cukup. Ketika Raphinha, pemain lain di lini depan, atau bahkan skema false nine membutuhkan alternatif, Gabriel Jesus dapat menjadi kartu yang disimpan Barcelona untuk mengubah pertandingan.
Jika mampu menjalankan peran tersebut dengan efektif, transfer Gabriel Jesus bisa terbukti bukan sekadar pembelian tambahan, melainkan bagian dari strategi Flick untuk membuat lini depan Barcelona semakin sulit ditebak. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko