RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang bergulirnya musim Fantasy Premier League (FPL) 2026/27, para manajer FPL kembali dihadapkan pada serangkaian keputusan taktis yang krusial. Salah satu dilema terbesar musim ini adalah keharusan memilih antara dua pemain potensial yang berasal dari klub yang sama.
Di meja redaksi, kami telah membedah data menggunakan Matriks Komparasi dari laman Squawka untuk menganalisis empat pertarungan head-to-head antarrekan setim yang paling memusingkan manajer FPL musim ini. Berikut adalah analisis mendalam kami.
Arsenal: Benteng Pertahanan vs Ancaman Serangan
Riccardo Calafiori (£5.5m) vs Cristhian Mosquera (£5.5m)
Gabriel Magalhaes mungkin menjadi pilihan otomatis bagi sebagian besar manajer, tetapi bagi mereka yang ingin melakukan double-up di lini belakang Arsenal, pilihan antara Calafiori dan Mosquera menghadirkan dilema klasik FPL.
Mosquera mencatatkan angka impresif dalam berbagai metrik defensif musim lalu. Ia unggul rata-rata per 90 menit dalam urusan tekel (3.0), sapuan (4.3), dan blok tembakan (0.7) dibandingkan Calafiori. Namun, secara attacking return, Mosquera nyaris tidak memberikan kontribusi, hanya mencatatkan satu tembakan tanpa keterlibatan gol sama sekali.
Baca Juga: 20 Wonderkid yang Siap Mengguncang Premier League Musim 2026/27
Di sisi lain, Calafiori adalah ancaman nyata di sepertiga akhir lapangan. Bek asal Italia ini melepaskan 22 tembakan (delapan di antaranya on target), serta menyumbangkan satu gol dan dua assist.
Kesimpulan: Dengan harga yang sama, potensi serangan Calafiori menjadikannya aset FPL yang jauh lebih menggoda dibandingkan catatan defensif murni milik Mosquera.
Liverpool: Era Baru di Bawah Andoni Iraola
Dominik Szoboszlai (£7.0m) vs Florian Wirtz (£7.5m)
Jadwal pembuka yang bersahabat membuat Liverpool menjadi target utama di awal musim. Di bawah arahan manajer baru Andoni Iraola, Szoboszlai dan Wirtz diproyeksikan memegang peran sentral.
Szoboszlai saat ini menjadi primadona (dimiliki oleh 45% tim). Kepergian Mohamed Salah membuka peluang baginya untuk mengambil alih tugas sebagai eksekutor penalti. Musim lalu, pemain Hungaria ini mencetak empat gol dari tendangan bebas langsung, memberikan tujuh assist, dan mencatatkan rata-rata 15.2 umpan ke depan per 90 menit.
Namun, rekrutan anyar Florian Wirtz menawarkan rute alternatif yang sangat menarik. Secara statistik, Wirtz lebih unggul dalam akurasi tembakan (56.25%), kesuksesan dribel/melewati lawan (52.7%), dan mencatatkan 12 umpan terobosan (through-balls), lebih banyak dari Szoboszlai.
Kesimpulan: Jika Wirtz mampu beradaptasi cepat dengan sistem Iraola, ia adalah opsi differential yang mematikan. Namun, dengan harga £0.5m lebih murah, Szoboszlai tetap menjadi rute paling aman dan terbukti memberikan Return on Investment (ROI) yang stabil di lini tengah Liverpool.
Chelsea: Persaingan Ketat di Stamford Bridge
Cole Palmer (£9.5m) vs Morgan Rogers (£7.5m)
Kedatangan Rogers ke Chelsea menghadirkan tantangan langsung bagi dominasi Cole Palmer sebagai aset lini tengah The Blues.
Musim lalu di Aston Villa, Rogers unggul nyaman dalam total assist (enam), penciptaan peluang (1.3), duel (4.4), dan sentuhan di kotak penalti lawan (5.0) per 90 menit. Menariknya, meski Palmer bergelut dengan cedera dan bermain 11 pertandingan lebih sedikit dari Rogers musim lalu, ia tetap mampu menyamai torehan 10 gol Rogers.
Baca Juga: Haaland dan Gabriel Bertemu Lagi, Rivalitas Premier League Berlanjut di Panggung Piala Dunia
Statistik Palmer tidak bisa diabaikan: rata-rata 0.5 gol per 90 menit dari 1.2 tembakan tepat sasaran, dipadukan dengan akurasi tembakan, umpan, dan umpan silang yang lebih baik dari Rogers. Selain itu, Palmer berpotensi besar memegang tugas tendangan penalti.
Kesimpulan: Meski harus merogoh kocek £2m lebih dalam, Palmer memiliki ambisi pembuktian. Jika terbebas dari cedera, ia memiliki kapasitas untuk menembus batas 200 poin FPL untuk ketiga kalinya dalam empat musim.
Manchester City: Opsi Lini Serang Skuad Enzo Maresca
Antoine Semenyo (£8.5m) vs Jeremy Doku (£7.5m)
Transisi kepelatihan dari Pep Guardiola ke tangan Enzo Maresca tentu membawa sedikit ketidakpastian. Dengan melimpahnya opsi serang City, duel antara Semenyo dan Doku menjadi sorotan utama.
Doku adalah kreator murni. Ia mencatatkan lebih banyak assist, peluang yang diciptakan (3.0), umpan terobosan (0.9), dan sentuhan di kotak penalti lawan (9.7) per 90 menit.
Namun, Semenyo datang dengan rekam jejak yang fenomenal. Menggabungkan statistiknya musim 2025/26 untuk Bournemouth dan City, ia mencetak 17 gol dan empat assist. Tingkat konversi tembakannya mencapai 20.48%, dengan 41 tembakan on target dan rata-rata 6.0 umpan ke depan per 90 menit.
Editor : Bhagas Dani PurwokoKesimpulan: Keterlibatan Doku dalam membangun serangan memang impresif, tetapi dalam FPL, gol adalah mata uang utama. Ketajaman Semenyo adalah alasan logis mengapa ia kini berstatus sebagai pemain dengan kepemilikan tertinggi keempat di game ini. (*)