RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan dan salah satu favorit utama untuk kembali mengangkat trofi. Namun di balik kepercayaan diri yang tinggi, Lionel Scaloni memastikan timnya tidak akan melupakan pelajaran berharga dari empat tahun lalu ketika kalah dari tim jazirah arab.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Argentina mengawali turnamen dengan hasil yang mengejutkan. Setelah sempat unggul lebih dulu lewat penalti Lionel Messi, Albiceleste justru kalah 1-2 dari Arab Saudi dalam salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Baca Juga: Prediksi Skor Prancis vs Senegal, Piala Dunia 2026: Les Bleus Difavoritkan Menang di Laga Perdana
Kekalahan tersebut sempat memunculkan keraguan terhadap peluang Argentina. Namun, tim asuhan Scaloni berhasil bangkit dengan luar biasa. Mereka menyapu bersih sisa pertandingan fase grup, menyingkirkan Australia, Belanda, dan Kroasia, sebelum akhirnya mengalahkan Prancis di final untuk meraih gelar juara dunia ketiga.
Pengalaman itulah yang kini menjadi bekal penting saat Argentina bersiap menghadapi Aljazair (Algeria) pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, Rabu (17/6) mendatang. Scaloni menegaskan bahwa status juara bertahan tidak memberikan keuntungan apa pun ketika peluit pertandingan dibunyikan.
Baca Juga: Jelang Prancis vs Senegal: Misi Terakhir Deschamps Dimulai, Les Bleus Langsung Diuji Raja Afrika
"Menjadi juara dunia tidak menjamin apa pun. Kami harus terus bersaing dengan cara yang sama dan membuktikan kembali apa yang telah kami capai," kata Scaloni dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, Argentina datang ke turnamen dengan kondisi yang baik dan penuh kepercayaan diri. Meski demikian, ia menolak anggapan bahwa laga pembuka akan berjalan mudah hanya karena timnya berstatus unggulan.
Scaloni mengakui pertandingan pertama selalu memiliki arti penting dalam sebuah turnamen besar. Namun, ia juga mengingatkan bahwa hasil laga pembuka bukanlah penentu segalanya, sebagaimana yang dialami Argentina pada 2022.
Baca Juga: Jadwal Piala Dunia 2026 Malam Ini, Ada Prancis vs Senegal, Argentina, hingga Irak
"Kami memiliki pengalaman dari 2022. Kami tahu pertandingan pertama itu penting, tetapi bukan penentu," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Argentina berusaha menjaga keseimbangan antara kewaspadaan dan kepercayaan diri. Mereka tidak ingin mengulangi kesalahan meremehkan lawan, tetapi juga tidak ingin terbebani oleh ekspektasi besar sebagai juara bertahan.
Aljazair sendiri bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim asal Afrika Utara itu diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang berkarier di Eropa dan memiliki kemampuan untuk menghukum lawan yang lengah. Hasil-hasil fase grup sejauh ini juga menunjukkan bahwa banyak tim unggulan kesulitan meraih kemenangan, termasuk Spanyol, Belgia, dan Uruguay yang gagal menang pada laga pembuka mereka.
Karena itu, Argentina memahami bahwa mempertahankan gelar juara dunia tidak dimulai dari pertandingan besar di fase gugur, melainkan dari kemampuan melewati ujian pertama. Berbekal pengalaman pahit melawan Arab Saudi empat tahun lalu, Albiceleste kini bertekad membuka Piala Dunia 2026 dengan langkah yang lebih meyakinkan saat menghadapi Aljazair. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari