Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ternyata Ada Banyak Pasangan Kakak Beradik di Piala Dunia 2026! Berikut Daftarnya, Sebagian Pilih Bela Beda Negara

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:16 WIB
(Dok. FFF)
(Dok. FFF)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bertambahnya negara peserta Piala Dunia untuk edisi 2026 memunculkan banyak fakta dan rekor baru, bahkan sebelum bola bergulir di lapangan hijau. Ternyata menurut Reuters dan Diario AS, ada beberapa pemain bersaudara yang bakal turun bersamaan, atau bahkan melawan satu sama lain tahun ini.

Dalam turnamen kali ini, tercatat ada delapan pasangan saudara, baik kandung maupun tiri yang akan berlaga di Piala Dunia 2026. Dari jumlah tersebut, hanya ada satu pasangan saudara tiri, dan keduanya memilih membawa nama keluarga yang berbeda.

Sebelumnya hanya ada satu pasangan kakak beradik yang berlaga di Piala Dunia, yakni Kevin-Prince Boateng dan Jerome Boateng sebagai peserta Piala Dunia 2010 dan 2014. Keduanya melawan satu sama lain karena Kevin-Prince memilih membela Ghana, sementara Jerome mengenakan seragam Jerman.

Dari jumlah delapan pasangan pada tahun ini, empat diantaranya bakal membela negara yang berbeda. Sisanya bakal mengenakan seragam yang sama, namun hanya ada tiga pasangan yang berpeluang turun bersama.

Baca Juga: Berikut Jadwal Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026 di TVRI, Banyak Pertandingan di Jam Sarapan dan Makan Siang!

Nico Williams (Spanyol) dan Iñaki Williams (Ghana)

Nico dan Iñaki Williams sejatinya sama-sama lahir di Spanyol, dan masih bermain bersama di Athletic Bilbao di kompetisi tingkat klub. Namun sejak Piala Dunia 2022, Iñaki memilih membela timnas Ghana untuk memenuhi wasiat kakek mereka, serta karena sulitnya persaingan menembus timnas Spanyol.

Sejak sama-sama memenuhi panggilan timnas senior pada tahun tersebut, Nico telah berseragam La Furia Roja sebanyak 30 kali, termasuk pada Euro 2024 lalu. Sementara Iñaki juga tidak kalah rajin, dengan mencatatkan 25 kali penampilan bersama skuad Bintang Hitam.

Desire Doue (Peranics) dan Guela Doue (Pantai Gading)

Pertemuan uji coba antara Perancis dengan Pantai Gading Jumat lalu (5/6) memperkenalkan publik sepak bola dunia kepada Guela Doue, kakak dari bintang muda Perancis, Desire Doue. Berbeda dengan Desire yang baru enam kali berseragam biru, Guela sudah mencatatkan 20 penampilan membela tanah kelahiran ayah mereka.

Kebetulan, keduanya juga sudah terbiasa melawan satu sama lain di tingkat domestik. Desire telah tumbuh besar sebagai salah satu ujung tombak Paris Saint-Germain (PSG), sementara Guela saat ini meniti karir sebagai palang pintu RC Strasbourg.

“Ya, kami sempat saling bercanda satu sama lain sebelum pertandingan tadi. Namun yang penting adalah kami satu keluarga yang bangga akan satu sama lain,” ujar Guela dalam konferensi pers pasca pertandingan tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters.

John Souttar (Skotlandia) dan Harry Soutar (Australia)

John dan Harry sama-sama membela Timnas Skotlandia semasa muda, namun hanya John yang memilih melanjutkan membela Pasukan Tartan sebagai pria dewasa. Sementara Harry memilih mengikuti jejak leluhur dari ibu mereka dan mengenakan seragam emas milik Australia.

Menariknya, Harry lebih sering tampil membela Australia dengan total 38 caps, namun sempat menganggur sepanjang tahun lalu. Sementara John mencatatkan 24 penampilan bersama Skotlandia sebelum menjalani Piala Dunia perdananya tahun ini.

Derick Luckassen (Ghana) dan Brian Brobbey (Belanda)

Luckassen dan Brobbey menjadi pasangan saudara tiri kedua yang bakal tampil di Piala Dunia setelah Kevin-Prince dan Jerome Boateng. Berbeda dengan Kevin-Prince dan Jerome yang merupakan saudara dari jalur ayah, Derick dan Brian merupakan saudara dari jalur ibu.

Menariknya, Brobbey lebih dulu dipanggil oleh timnas Belanda sejak 2023, dengan total penampilan 12 kali hingga saat ini. Sementara Luckassen bakal menjalani debut Piala Dunia dengan memenuhi panggilan timnas Ghana, menggantikan Alexander Djiku yang mundur karena cedera.

Theo Hernandez dan Lucas Hernandez (Perancis)

Theo dan Lucas Hernandez bakal menjadi pasangan kakak-beradik yang paling kenyang pengalaman Piala Dunia, dengan Lucas telah mengikuti dua edisi (2018 dan 2022) dan turun bersama dengan Theo sejak 2021. Namun keduanya berpotensi baru dapat turun bersama tahun ini, berhubung Lucas mengalami cedera pada awal Piala Dunia 2022 sehingga harus digantikan Theo.

Keduanya juga memiliki catatan panggilan hampir sama, dengan Lucas tampil 42 kali dan Theo berseragam biru 44 kali. Mereka juga merupakan salah satu pasangan kakak-adik tertua, berhubung Lucas sudah berusia genap kepala tiga.

Baca Juga: Manchester City Kirim 19 Pemain dari 12 Negara Berbeda ke Piala Dunia 2026

Juninho Bacuna dan Leandro Bacuna (Curacao)

Meskipun keduanya warga asli Groningen dan pernah membela timnas Belanda kelompok umur, Juninho dan Leandro Bacuna memilih untuk memenuhi panggilan negara asal orang tua mereka, Curacao. Kakak mereka, Johnsen Bacuna, juga pernah membela Curacao saat masih bernama Antillen Belanda dua dekade silam.

Leandro lebih dulu membela Curacao sejak 2016, dan telah mencatatkan 72 penampilan. Sementara Juninho bergabung dengan timnas Curacao sejak 2019, dan telah tampil sebanyak 48 kali.

Deroy Duarte dan Laros Duarte (Tanjung Verde)

Sesama pemain gelandang ini juga merupakan hasil naturalisasi dari Belanda, namun hanya Laros yang pernah membela Belanda di kategori junior. Deroy yang berselisih tiga tahun lebih muda langsung dipanggil membela timnas Tanjung Verde senior sejak 2022, sementara Laros baru bergabung pada 2024.

Keduanya juga sering melawan satu sama lain di Eredivisie, namun keduanya berkarir di luar Belanda sejak 2024. Kini Laros hijrah ke Hungaria bersama Puskas Akademia, sementara Deroy merantau ke Bulgaria bersama Ludogorets Razgrad.

Jurrien dan Quinten Timber (Belanda)

Jurrien lebih dulu membela timnas Belanda sejak 2021 dengan total 23 penampilan, sementara Quinten bergabung sejak 2024 dengan total 11 kali panggilan. Sayangnya Jurrien dan Quinten bakal batal tampil bersama pada Piala Dunia kali ini, sehubungan dengan cedera yang diderita Jurrien sejak bulan lalu.

Menariknya, kakak mereka, Dylan Timber justru memilih untuk mengikuti jejak keluarga ayah mereka dan membela timnas Curacao. Namun Timber hanya dipanggil sekali pada 2022, yakni saat mereka beruji coba melawan Timnas Indonesia. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pasangan saudara #kakak beradik #piala dunia 2026 #piala dunia #saudara