RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Nampaknya rezeki anak baik sedang dimiliki oleh pembalap Moto3 asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Dirinya bakal berada di GP Hungaria pekan ini (5-7/6) dengan bekal limpahan berbagai poin gratis.
Sebelumnya pada Kamis (4/6), rival Vedadari tim Red Bull KTM Ajo dan sesama lulusan Red Bull Rookies Cup, Brian Uriarte didiskualifikasi dari hasil GP Catalan pada Mei lalu. Hal tersebut mengacu pada hasil scrutineering (pemeriksaan) akhir dari balapan tersebut.
Pada saat sidang hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa oli yang dipakai dalam motor Uriarte tidak sesuai dengan oli standar untuk kelas Moto3. Namun pelangagran tersebut hanya ditemukan untuk sampel dari GP Catalan.
“Hanya oli mesin dari pemasok yang ditunjuk yang dapat digunakan sebagai pelumas resmi, termasuk untuk kalter, girboks dan kopling, dan wajib digunakan tanpa bahan tambahan apapun. Direktur teknis balap berhak meminta sampel oli dari peserta kapan saja,” bunyi peraturan resmi Moto3 sebagaimana dikutip dari Crash.net.
Kala itu, Veda Ega finish di posisi kedelapan setelah menggali jalan dari baris belakang. Dengan diskualifikasi yang diderita Uriarte, posisi ketujuh jadi milik pembalap asal Gunungkidul tersebut.
Kemudian pada Jumat (5/6), giliran pembalap asal tim Leopard Racing, Adrian Fernandez yang ditimpa hukuman diskualifikasi. Bedanya dengan Uriarte, Adrian didiskualifikasi dari lebih dari satu putaran.
Menurut pernyataan resmi dari pihak federasi balap motor internasional (FIM), pada scrutineering pasca GP Perancis, Honda selaku pemasok mesin meminta agar seluruh mesin dari pelanggan mereka, termasuk Leopard dibongkar untuk pemeriksaan purna daur hidup mesin. Namun pada pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa segel dari salah satu mesin motor milik Adrian, berbentuk kabel, tidak terpasang dengan benar.
Sehingga dari temuan tersebut, dilakukan pemeriksaan secara mendalam oleh pihak Honda dan FIM. Hasilnya, seluruh stiker segel yang tertempel dalam mesin motor Adrian ditemukan rusak. Kerusakan segel ini juga ditemukan pada mesin yang digunakan di GP Catalan.
“Tindakan ini melanggar regulasi kejuaraan Pasal 2.6.3.3 tentang durasi penggunaan mesin Moto3, serta Pasal 3.3.2.2 mengenai tindakan korupsi, penipuan, dan perbuatan lain yang merugikan kompetisi,” bunyi penjelasan pihak FIM dalam surat resmi mereka, dikutip dari laman resmi MotoGP.
Sebagai informasi, menurut Pasal 2.6.3.3, setiap pembalap Moto3 diberi jatah enam unit mesin motor dalam satu tahun kejuaraan. Setiap mesin akan diberi segel dalam bentuk kabel dan stiker, dan komponen jeroan mesin yang dilindungi oleh segel tersebut tidak boleh diganti hingga penggunaan mesin berikutnya.
Dengan ini, Adrian Fernandez dinyatakan didiskualifikasi dari enam balapan pertama musim ini, yakni GP Thailand, Brazil, Amerika Serikat, Spanyol (Jerez), Perancis, dan Catalan (Catalunya). Seluruh poin dari semua balapn tersebut hangus, menyisakan 13 poin yang diraih dari GP Italia.
Pada Jumat (5/6) Leopard Racing menyatakan banding atas putusan tersebut. Namun pada Sabtu (6/6), FIM dan MotoGP menyatakan banding tersebut ditolak karena kurangnya bukti yang dapat menggugurkan hukuman.
“Pihak tim tidak dapat menyediakan bukti atau penjelasan konkrit mengenai keadaan mesin-mesin milik mereka, serta apa yang menyebabkan segel mesin mereka terbongkar,” bunyi penjelasan FIM.
Pihak Leopard Racng sendiri menyatakan tidak terima dan bakal mengajukan banding lebih tinggi ke badan arbitrase internasional (CAI). Terlebih, mereka berargumen bahwa tidak ada anggota tim yang menjadi saksi saat scrutineering dilakukan.
“Pihak kami tidak setuju dengan kesimpulan yang dicapai, dan memastikan telah melakukan prosedur teknis sesuai peraturan yang berlaku, serta tidak melakukan modifikasi pada mesin yang diperiksa. Kami meyakini ada beberapa pertanyaan yang dapat diajukan mengenai metode pemeriksaan yang diterapkan, serta beratnya hukuman yang dijatuhkan,” bunyi pernyataan tim berwarna biru muda tersebut di media sosial mereka.
Dengan hasil dari meja hijau ini, Veda Ega Pratama otomatis naik satu posisi di GP Brazil, Spanyol dan Perancis, dan berhak menduduki posisi ketiga klasemen sementara dengan total 71 poin. Sebagai pengingat, Veda berhasil finish di depan Fernandez di Thailand dan Catalunya, serta terjatuh di Amerika Serikat.
Veda masih memiliki jarak poin cukup jauh dari Alvaro Carpe (95 poin) di posisi kedua klasemen sementara, dan hanya berjarak tiga poin dari Marco Morelli (68 poin) di peringkat ke-empat. Di sisi lain, keputusan ini juga memberi ruang lebar untuk Maximo Quiles di puncak klasemen, bahkan dapat berpeluang merebut titel juara dunia jauh lebih dini. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana