RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Paris Saint-Germain (PSG) bakal berpeluang menjaga trofi UEFA Champions League (UCL, Liga Champions) yang mereka raih musim lalu. Kepastian tersebut diperoleh setelah mereka sukses menjaga keunggulan dari Bayern Munchen dalam leg kedua semifinal UCL di Allianz Arena pada Kamis dinihari (7/5).
Kunci kesuksesan tersebut terletak tepat di awal pertandingan. Baru dua menit pertandingan berjalan, Ousmane Dembele sudah melempar alarm bangun tidur ke skuad Die Roten dengan gol yang tak bisa diantisipasi kiper Bayern, Manuel Neuer.
Sisanya, PSG terus menekan Bayern dalam penguasaan bola dan berusaha mengurung juara Jerman tersebut melalui berbagai peluang gol. Meskipun banyak tendangan mereka yang dapat dihalau Dayot Upamecano dkk., setidaknya Les Parisiens dapat terus mengancam melalui tendangan sudut.
Tentu, Bayern juga masih dapat membuka peluang mereka sendiri berkat kerja keras Luis Diaz dan Jamal Musiala. Namun banyak serangan mereka dapat dipatahkan oleh Vitinha dkk., atau ditangkap oleh Matvei Safonov.
Selain itu, keputusan wasit juga banyak ditentang oleh para penggawa Die Roten. Misal ketika tendangan Vitinha yang mengenai lengan Joao Neves tidak berbuah penalti, atau sebaliknya, ketika Luis Diaz dianggap menarik bola dengan tangannya saat terjatuh.
Tebalnya pertahanan Les Parisiens sepanjang pertandingan membuat Bayern kesulitan maju ke depan barisan. Baru pada menit-menit akhir pertandingan mereka dapat lebih leluasa memainkan bola, dengan sejumlah pergantian pemain jelang akhir waktu normal.
Hasilnya, Harry Kane baru dapat menjebol gawang Safonov empat menit setelah deklarasi perpanjangan waktu. Namun dengan hanya satu menit tersisa, Die Roten tidak punya waktu untuk mencetak gol kedua untuk menyeret PSG ke extra time.
Alhasil, PSG berhasil mempertahankan agregat satu gol dengan hasil akhir 6-5, dan berhak melaju ke babak final UCL musim ini. Sementara itu, perdebatan skuad Die Roten dengan wasit sempat berlanjut sebentar usai peluit panjang berbunyi.
Pun demikian, pelatih Bayern Vincent Kompany menolak menyalahkan pengadil lapangan, dan mengaku anak-anak asuhnya keteteran menghadapi Les Parisiens. Mantan pemain Manchester City semasa aktif tersebut juga tidak sungkan menyebut pertandingan kali ini sangat ketat.
“Saya tidak ingin bersedih lama-lama, meskipun memang sulit menerima kekalahan ini karena kami kalah tipis dua kali. Saya rasa mereka (PSG) lebih jago dalam memutus umpan crossing dan meredam peluang gol. Kami sudah mencoba segala yang kami bisa,” jelas Vincent dalam konferensi pers pasca pertandingan sebagaimana dikutip dari laman resmi UEFA dan Bayern Munchen.
Sementara itu, pelatih PSG Luis Enrique mengacungi jempol kemampuan anak-anak asuhnya untuk tetap tenang di bawah teror suporter Bayern. Pelatih asal Spanyol tersebut juga antusias menyambut kemungkinan Les Parisiens untuk kembali mengawinkan trofi UCL dengan Ligue 1 di laci piala mereka musim ini.
“Kami berhasil mengalahkan salah satu klub terbaik di dunia sebagai pihak tandang dengan penuh kedewasaan dan ketenangan. Kami berhasil membuktikan bahwa kami jago penguasaan bola, namun juga ahil dalam bertahan,” ujar Luis sebagaimana dikutip dari laman resmi PSG.
Les Parisiens bakal menjalani duel ibukota Eropa dengan klub asal London utara, Arsenal di babak final yang diselenggarakan di Hungaria, tepatnya di Puskas Arena Budapest pada 30 Mei mendatang. Laga ini merupakan ulangan dari semifinal UCL musim lalu, dengan The Gunners menjadi palang pintu terakhir sebelum PSG lolos ke babak final kala itu, namun dapat dikalahkan pada kedua leg yang digelar. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana