RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Baik Sporting Lisbon maupun Arsenal hampir dipaksa pulang dengan tangan hampa saat keduanya bertemud di leg pertama perempat final UEFA Champions League (UCL, Liga Champions) pada Rabu dinihari (8/4). Namun pada akhirnya, The Gunners berhasil membawa pulang sebiji gol dari Portugal sebagai bekal jelang leg kedua.
Sejak awal, pertandingan berjalan dengan sangat alot, dengan Sporting menerima motivasi ekstra dari suporter yang memenuhi Stadion Jose Alvalade. Pun demikian, banyak pula tendangan dari penggawa Sporting yang melenceng jauh dari gawang.
Sebaliknya, Arsenal cukup kesulitan menembus pertahanan kelompok hijau-putih tersebut. Memang mereka dapat melakukan barter serangan dengan Sporting, namun intensitas serangan mereka baru naik saat memasuki sepertiga akhir pertandingan.
Pada momen tersebut, sedianya Martin Zubimendi dapat memecah kebuntuan lebih dulu di menit ke-64. Namun sayangnya Viktor Gyokeres ketahuan offside sebelum memulai serangan tersebut, sehingga gol dianulir dan Arsenal harus kembali jungkir balik dengan 30 menit tersisa.
Keputusan pelatih Arsenal, Mikel Arteta untuk melakukan penyegaran lini depan jelang akhir pertandingan berbuah manis. Tepat setelah memasuki perpanjangan waktu jelang bubaran, Kai Havertz yang memulai laga di menit ke-70 berhasil jadi penyelamat The Gunners setelah menerjemahkan umpan Gabriel Martinelli menjadi gol semata wayang pertandingan tersebut.
Meskipun kalah di saat-saat terakhir, secara keseluruhan pelatih Sporting, Rui Borges mengaku puas dengan pembangunan tembok pertahanan timnya. Sehingga dia tidak sabar untuk segera menjalani leg kedua minggu depan (15/4).
“Saya rasa pertandingan kali ini seimbang, dengan Arsenal minim peluang dan tendangan para pemain kami dapat ditepis semua. Tentu kami tidak ingin kalah, namun ya namanya juga sepak bola kan, kemenangan di ujung laga pasti bisa terjadi. Menurut saya melawan Arsenal adalah sebuah tantangan yang pantas kami hadapi,” jelasnya dalam konferensi pers pasca pertandingan, sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Sementara itu pelatih Arsenal, Mikel Arteta tidak menutup fakta bahwa dirinya lega Havertz dapat membawa pulang kemenangan di saat-saat terakhir. Selain itu, pria yang semasa muda juga membela Arsenal tersebut mengamati bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan The Gunners sebelum leg kedua di Emirates Stadium.
“Ternyata susah juga, pantas Sporting punya rekor 17 laga tanpa kekalahan di kandang. Memang kami dapat mendominasi jalannya pertandingan, tapi peluang yang tercipta sangat minim. Selain itu kami juga kurang tajam dan mengancam dalam pergerakan kami, tapi akhirnya kami dapat mengambil alih jalannya pertandingan,” ujar Arteta. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana