RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jagad sepak bola Belanda, baik di tingkat utama (Eredivisie) maupun kasta kedua (Eerste Divisie) sedang mengalami masa gonjang-ganjing cukup lama sejak akhir Maret silam. Beberapa pemain Timnas Indonesia diketahui juga terjerat dalam problematika tersebut.
Sejak akhir Maret lalu, asosiasi sepak bola Belanda (KNVB) menggelar investigasi terhadap izin kerja 25 pemain asal Belanda yang telah dinaturalisasi untuk kenegaraan lain. Hal ini berkaitan dengan peraturan izin kerja yang berlaku di negeri kincir angin.
Kebetulan, hal ini dipantik oleh penampilan salah satu anggota timnas Indonesia, Dean James yang membela Go Ahead Eagles. Sebagaimana dikutip dari De Telegraaf, pasca tampil melawan NAC Breda pada 15 Maret silam, NAC mengajukan protes kepada operator Eredivisie mengenai status Dean.
Argumen NAC, dengan Dean resmi menjadi WNI dan menanggalkan kewarganegaraan Belanda, Dean tidak bisa dihitung sebagai pemain Uni Eropa maupun Belanda dalam susunan tim saat Go Ahead Eagles bertanding melawan mereka. Sehingga tidak hanya terikat dengan kuota pemain asing, klub asal kota Deventer tersebut juga wajib memenuhi peraturan izin kerja warga asing dalam menurunkan Dean.
Berakar dari hal tersebut, NAC mengajukan pertandingan melawan Eagles diulang kembali tanpa tenggat waktu spesifik. Kebetulan, NAC dibantai 0-6 oleh Eagles saat Dean James dkk. melawan mereka.
Karena ini, KNVB memenrintahkan peserta Eredivisie dan Eerste Divisie untuk sementara tidak memainkan pemain dengan kendala serupa. Tentu hal ini menjadi pukulan telak bagi Go Ahead Eagles, karena selain Dean mereka memiliki beberapa pemain naturalisasi lain, seperti Richonell Margaret yang kini menjadi warga negara Suriname.
Nampaknya, kasus ini berasal dari berkas adminsitrasi pemain yang belum diperbarui setelah menjalani naturalisasi. Menurut pihak Go Ahead Eagles, Dean masih memiliki paspor Belanda setelah menyatakan diri sebagai WNI.
“Kami masih punya bukti Dean James bergabung bersama kami menggunakan paspor Belanda. Selain itu saya dan James beberapa waktu lalu membuka laman Dukcapil, dan tertera bahwa James masih tercatat sebagai warga Belanda, jelas direktur Go Ahead Eagles, Jan-Willem van Dop.
Selain Dean dan Richonell, ada beberapa pemain sesama WNI dan warga negara Suriname, serta beberapa pemain asal Curacao dan Tanjung Verde yang terjerat dalam kasus tersebut. Menurut catatan PSSI, Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-a-on (Williem II Tilburg) dan Tim Geypens (FC Emmen) juga turut diperiksa dalam kasus yang kini dinamai ‘Paspoortgate’ oleh berbagai media Belanda tersebut.
PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) pada Jumat (3/4) menyatakan bahwa kasus Passpoortgate tidak akan memengaruhi status WNI bagi empat pemain tersebut, dan menjamin bahwa keempatnya telah menjalani proses naturalisasi secara sah di mata hukum. Selain itu, permasalahan Paspoortgate hanya masuk ke dalam ranah hukum Belanda, sehingga mereka berharap investigasi segera usai demi kepastian pekerjaan pemain.
“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia telah sah menjadi WNI dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia. Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” jelas Ketua BTN, Sumardji dalam pernyataan resmi PSSI.
Baca Juga: Prediksi Skor PSM Makassar vs Persis Solo di Liga 1 BRI Super League, Berikut Link Live Streaming
Menariknya, beberapa pemain naturalisasi lain yang berkarir di Belanda seperti Maarten Paes, Miliano Jonathans dan Mees Hilgers tidak turut terseret kasus tersebut. Diketahui, ketiga pemain tersebut telah memperbarui berkas adminsitrasi mereka pada periode transfer musim panas lalu.
Sementara itu, imbauan larangan bermain sementara bagi para pemain yang diperiksa masih berlaku hingga saat ini. Hal ini berarti Dean dan Richonell bakal absen saat Go Ahead Eagles bertanding melawan PEC Zwolle pada Minggu (5/4). (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana