RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akibat perubahan peraturan yang cukup mepet, Timnas Indonesia terancam tidak dapat tampil di cabang olahraga (cabor) sepak bola dalam turnamen Asian Games 2026. Sehingga Komite Olimpiade Indonesia (KOI, NOC Indonesia) meminta PSSI untuk berkomunikasi dengan Komite Olimpiade Asia (OCA) terkait hal tersebut.
Sebelumnya pada Desember 2024, OCA dan AFC telah menyepakati bahwa peserta cabor sepak bola untuk Asian Games 2026 bakal dibatasi sebanyak 16 negara untuk aktegori putra, dan 12 negara untuk kategori putri. Tiket menuju turnamen yang diselenggarakan di prefektur Aichi dan Nagoya, Jepang tersebut diperoleh melalui hasil dari Piala Asia U23 2026 untuk nomor putra, dan Piala Asia Putri U23 2026 untuk kategori putri.
Tentu, hal ini banyak merugikan negara-negara yang sebelumnya dapat tampil tanpa batasan tersebut, termasuk Indonesia yang gagal melangkah ke Piala Asia U23 setelah tumbang di babak kualifikasi tahun lalu. Terlebih, pengumuman tersebut diberitahukan cukup mepet dengan jadwal babak kualifikasi Piala Asia U23.
Sehingga Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari meminta PSSI agar tidak hanya berpangku tangan menunggu AFC angkat suara, namun juga proaktif berkomunikasi dengan OCA. Okto sendiri mengaku sebelumnya sudah berbincang dengan perwakilan OCA dan panitia pelaksana Asian Games 2026 (AINAGOC), namun belum ada umpan balik dari kedua badan tersebut..
“Kami mengimbau kepada PSSI supaya proaktif dan menyuarakan secara lantang. Kami menyampaikan kepada masyarakat sepak bola Indonesia bahwa per hari ini belum ada perubahan dan kami terus menyuarakan bersama dengan negara-negara lain," jelas Okto pada Jumat (13/3), sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.
Menurut Okto, PSSI serta berbagai asosiasi sepak bola yang turut terdampak kebijakan kualifikasi tersebut merupakan pihak paling berkepentingan dalam kasus ini. Jika semuanya kompak, Okto yakin OCA bakal memberikan jawaban atas protes mereka.
“Kalau komunikasi dibangun secara sporadis dan ini bisa disuarakan secara masif, saya rasa tekanan-tekanan itu bisa diberikan dan penggeraknya dari Indonesia," tambah Okto.
Saat ini, nampaknya baru ada satu negara yang dapat melakukan protes serupa dan berhasil. South China Morning Post dan Hong Kong Standard melaporkan bahwa asosiasi sepak bola Hong Kong, HKFA sukses melobi OCA untuk mengikutsertakan negara tetangga Tiongkok tersebut.
“HKFA menerima surat dari OCA yang mengkonfirmasi bahwa perwakilan putra dan putri Hong Kong dapat turut serta di Asian Games 2026 cabor sepak bola. Kami menyambut keputusan tersebut dengan gembira,” ujar Presiden HKFA, Eric Fok Kai-shan dalam pernyataan resmi asosiasi, sebagaimana dikutip dari Hong Kong Standard.
Asian Games 2026 bakal digelar pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. Untuk cabor sepak bola turnamen akan berfokus di prefektur Nagoya, plus beberapa pertandingan digelar di kota Osaka.
Rinciannya, kategori putra akan disebar untuk bertanding di kota Osaka, Toyota, Nagoya, dan Kariya. Sementara kategori putri disebar untuk bertanding di kota Osaka, Gifu, Fukuroi, Nagoya dan Kariya. Final kategori putra bakal digelar di Stadion Toyota, sementara final kategori putri digelar di Stadion Shizuoka Fukuroi. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana