RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Konflik masal antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel merembet ke berbagai wilayah Timur Tengah, yang memuat berbagai pangkalan militer AS di berbagai negara sahabat mereka. Hal ini berdampak signifikan di berbagai bidang, termasuk sepak bola tingkat Asia.
Konfederasi sepak bola Asia, AFC mengumumkan bahwa seluruh kompetisi di zona barat, yang meliputi wilayah Timur Tengah hingga India ditunda hingga waktu yang ditentukan pada Selasa (3/3). Penundaan berlaku untuk semua turnamen sepak bola Asia yang sedang berlangsung, yakni AFC Champions League Elite (ACLE), AFC Champions League 2 (ACL2), dan AFC Challenge League (ACGL).
Kebetulan, Iran masih menyisakan satu wakil di ACLE, yakni Tractor FC. Sementara wakil mereka di ACL2, Sepahan SC dan Esteghlal FC sudah tersingkir di babak 16 besar, sama seperti Persib Bandung. Karena peringkat koefisien liga yang tinggi di ranking AFC, Iran tidak memiliki perwakilan di ACGL.
Hampir seluruh peserta zona barat di ACLE, ACL2 dan ACGL berasal dari wilayah terdampak perang, termasuk klub asal Arab Saudi seperti Al-Ahli, Al-Nassr, Al-Ittihad dan Al-Hilal. Hanya ada satu peserta yang tidak terdampak perang, yakni Muras United dari Kyrgyztan yang mengikuti ACGL, dan sedianya bakal meladeni perwakilan Lebanon, Al-Ansar.
“Berkaca pada situasi terkini di Timur Tengah, AFC memutuskan menunda pertandingan leg pertama dan kedua untuk babak 16 besar ACLE, serta perempat final ACL2 dan ACGL untuk zona barat hingga pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan resmi AFC.
Rincian klub yang terimbas penundaan akibat perang adalah sebagai berikut:
AFC Champions League Elite (ACLE)
- Al-Hilal (Arab Saudi)
- Al-Ahli (Arab Saudi)
- Al-Ittihad (Arab Saudi)
- Tractor FC (Iran)
- Al-Sadd (Qatar)
- Al-Duhail (Qatar)
- Shabab Al-Ahli (Uni Emirat Arab)
- Al-Wahda (Uni Emirat Arab)
AFC Champions League 2 (ACL2)
- Al-Nassr (Arab Saudi)
- Al-Hussein (Yordania)
- Al-Wasl (Uni Emirat Arab)
- Al-Ahli SC Doha (Qatar)
AFC Challenge League (ACGL)
- Al-Kuwait (Kuwait)
- Al-Ansar (Lebanon)
- Muras United (Kyrgyztan)
- Al-Shabab (Oman)
Sementara itu, seluruh pertandingan zona timur, yakni mulai wilayah Tiongkok hingga Australia bakal berjalan seperti biasa. Hal ini juga berarti satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, Dewa United bakal tetap bertandang ke Filipina untuk meladeni Manila Digger pada Kamis malam (5/3).
Hingga saat ini belum ada kepastian apakah peperangan juga bakal memengaruhi perempat final ACLE, serta semifinal ACL2 dan ACGL untuk zona barat. Seluruh babak tersebtu dijadwalkan untuk dilaksanakan pada April mendatang.
Selain itu, belum ada pula kontingensi atau rencana cadangan jika perang berlarut-larut hingga babak final pada Mei mendatang. Tentu, bakal jadi keajaiban sekaligus ironi jika Dewa United punya peluang menjadi juara ACGL jika berhasil memenangkan laga semifinal, namun peperangan masih berlanjut di zona barat. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana