RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pembalap World Supersport 600 (WSSP 600) asal Bantul, Aldi Satya Mahendra membuka tahun kedua karir di kelas tersebut dengan catatan ciamik. Setelah start dari belakang akibat kerusakan motor di babak kualifikasi, Aldi akhirnya mencatat podium perdana pada Race 2 seri pembuka kejuaraan tersebut di sirkuit Phillip Island, Australia pada Minggu siang (22/2).
Catatan tersebut menandai kembalinya Aldi ke jenjang kedua di bawah tangga World Superbike (WorldSBK) tersebut setelah musim debutnya 2025 silam terhenti di tengah jalan akibat cedera pergelangan yang dialaminya hingga akhir musim. Selain itu, hasil ini juga membayar kepercayaan yang diberikan oleh tim barunya, AS BluCru Racing setelah Aldi hijrah dari Evan Bros Racing pada jeda antar musim.
Sebelumnya pada Jumat (20/2), Aldi terpaksa menghabiskan waktu sepanjang hari di garasi akibat gangguan teknis yang melanda motornya di babak kualifikasi. Akibatnya, Aldi harus menempati posisi paling belakang, yakni ke-28 pada Race 1 pada Sabtu sekaligus Race 2 pada Minggu.
Pada Race 1 di tengah cuaca terik, Aldi perlahan-lahan merangkak naik ke baris tengah sepanjang lap pembuka di sirkuit tepi laut tersebut. Selain itu jatuhnya Tom Booth-Amos dan Valentin Debise juga memberikan beberapa posisi gratis untuk Aldi dan para pembalap papan tengah.
Sayangnya meskipun sudah berusaha untuk mengejar ketertinggalan dari rombongan 10 besar, Aldi belum dapat meraih posisi esktra hingga bendera finish berkibar. Aldi mengakhiri Race 1 di posisi ke-13 setelah kalah duel dengan Simon Jespersen.
Berbeda dengan Race 1 yang digelar di bawah sinar matahari, Race 2 berlangsung di bawah awan mendung dan hujan gerimis. Namun Aldi dkk. punya ide nekat yang berbuah manis sebelum lampu start padam.
Tadinya tim BluCru memilih bermain konservatif dengan start menggunakan ban hujan. Namun setelah berdiskusi dengan kru AS BluCru dan rekan setimnya, Albert Arenas, Aldi dan Albert memilih taktik agresif dengan start menggunakan ban slick atau kering, dengan perkiraan hujan hanya turun sebentar.
Benar saja, dengan seluruh pembalap kesusahan memanaskan ban hujan yang mereka pakai, Aldi langsung melesat ke baris depan hanya dalam waktu dua lap, dibantu dengan Albert yang berduel dengan sesama pengguna motor Yamaha, Can Oncu berebut pimpinan lomba.
Bahkan di ujung lap kedua Aldi berhasil merebut pimpinan lomba. Namun tak lama kemudian, Albert sukses menyelesaikan duel dengan Onco dan mengambil alih pimpinan lomba dari Aldi.
Namun yang lebih penting, sejak gerimis berhenti dan bendera flag-to-flag dikibarkan di lap kelima, Aldi dan Albert tak perlu mengantri masuk pit untuk ganti ban seperti para pembalap lain. Keduanya melenggang bebas mengamankan posisi 1-2 hingga bendera finish berkibar.
“Sulit dijelaskan, tapi saya start dari posisi ke-28 dengan ban hujan, kemudian saya langsung minta ganti ke ban slick. Ternyata ini keputusan baik, dan saya senang sekali karena ini tidak hanya podium pertama saya di tingkat Supersport, namun juga podium pertama untuk Indonesia di kelas ini,” ujar Aldi dalam wawancara pra-podium.
Tidak hanya Aldi, Albert Arenas juga mencatat podium sekaligus kemenangan perdana di WSSP 600 melalui hasil ini, setelah boyongan dari Moto2 musim lalu. Selain itu, hasil ini menjadi hasil terbaik Aldi di jenjang WSSP 600, melebihi musim lalu ketika Aldi finish di posisi ke-5 di Automotordrom Most, Republik Ceko.
Selain itu, Albert menjadi pemimpin klasemen pertama untuk WSSP 600 musim 2026 dengan raihan 38 poin. Sementara itu berkat podium ini, Aldi dapat mengawali musim dari urutan klasemen ke-5 dengan total 23 poin.
Para pembalap WSSP 600 dan WorldSBK bakal dapat menikmati istirahat sebulan sebelum mereka terbang ke Eropa untuk pertama kali. Gelaran balap motor tersebut akan melaksanakan putaran kedua di sirkuit Autodoromo Internacional do Algarve, Portugal pada 27 hingga 29 Maret mendatang. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana