RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Apa yang awalnya dikira sebagai langkah cerdas untuk mendepak pemain yang sudah kehilangan motivasi di Old Trafford, kini justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Manchester United.
Kami mengamati adanya rasa penyesalan yang mendalam di jajaran petinggi United terkait kesepakatan peminjaman Marcus Rashford ke Barcelona.
Rashford, yang musim lalu hanya mengemas delapan gol, mendadak "meledak" di Camp Nou. Dengan catatan 10 gol dan 13 assist hanya dalam 1.970 menit bermain, ia mencatatkan kontribusi gol setiap 86 menit!
Baca Juga: Fabrizio Romano Sebut Kesepakatan Leon Goretzka dengan MU Masih Rumor
Performa fenomenal ini membuat harga opsi pembelian sebesar €30 juta (£26 juta atau Rp592 miliar) yang disepakati musim panas lalu kini terlihat seperti sebuah penghinaan bagi aset sebesar Rashford.
United Merasa Rugi, Barca Malah Mau Menawar
Berdasarkan laporan terbaru dari The Daily Star, para petinggi United kini baru menyadari bahwa nilai Rashford di pasar saat ini seharusnya mendekati £50 juta atau Rp1,13 triliun. Namun, nasi sudah menjadi bubur; klausul sudah ditandatangani.
Masalah justru bertambah pelik dengan laporan dari pakar transfer Fabrizio Romano. Alih-alih langsung menebus klausul £26 juta yang sudah sangat murah itu, Barcelona justru mencoba memainkan strategi negosiasi:
-
Nego di Bawah Klausul: Barca dilaporkan ingin bernegosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih rendah dari €30 juta.
-
Alasan Beban Gaji: Raksasa Catalan tersebut berdalih bahwa gaji tinggi Rashford menjadi sandungan besar, sehingga mereka menuntut diskon pada biaya transfer permanennya.
-
Pesan Tegas United: Romano menegaskan bahwa pesan dari Old Trafford saat ini sangat jelas: Manchester United tidak akan melonggarkan tuntutan mereka satu sen pun.
Masa Depan Rashford: Tidak Ada Jalan Kembali ke Old Trafford
Meskipun Michael Carrick santer dikabarkan ingin menarik kembali sang bintang ke Manchester, informan kami Dean Jones memberikan fakta yang berbeda.
"Saat ini hal itu tidak ada hubungannya dengan Carrick. Ia belum memiliki wewenang untuk mengambil keputusan jangka panjang seperti masa depan Rashford," jelas Jones secara eksklusif kepada TEAMtalk.
Kami mencatat bahwa niat Rashford sudah bulat: ia ingin menetap di Barcelona. Hubungannya dengan United tampaknya sudah mencapai titik buntu, dan satu-satunya pertanyaan yang tersisa hanyalah di angka berapa kesepakatan finansial ini akan berakhir.
Pelajaran Mahal bagi Manajemen INEOS
Menurut pandangan kami, situasi ini adalah pelajaran keras bagi manajemen United di bawah kendali INEOS. Menetapkan opsi pembelian tetap pada pemain yang sedang dalam performa terendah adalah perjudian tinggi. Jika pemain tersebut gagal, klub peminjam tak akan membelinya; jika sukses besar seperti Rashford saat ini, United-lah yang merugi secara finansial.
Baca Juga: MU Fokus Menggaet Endrick dan Gertak Barcelona Soal Rashford!
Sikap Barcelona yang mencoba menawar di bawah klausul opsi adalah manuver cerdik sekaligus provokatif. United harus bertahan pada angka £26 juta tersebut sebagai harga mati, karena membiarkan Rashford pergi lebih murah dari itu akan menjadi aib dalam sejarah transfer klub. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko