RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persela Lamongan hampir sukses menjalankan misi balas dendam mereka dalam kunjungan kedua ke Stadion Jatidiri Semarang dalam pembukaan putaran ketiga Liga Championship 2025/2026 pada Minggu sore (15/2). Namun Rafael de Sa Rodrigues alias Rafinha sukses membatalkan pesta yang ada di depan mata dan menjadi juru selamat PSIS Semarang.
Berbekal kemenangan pada pertemuan sebelumnya bulan Januari lalu, PSIS Semarang mencoba menggunakan taktik serupa dengan tancap gas dari sisi sayap sebagai pembuka. Namun resikonya, Persela mulai perlahan mendayung perahu untuk mengeksploitasi lini tengah.
Benar saja, baru seperempat jam pertandingan berjalan, bek PSIS Ibrahim Sanjaya mulai lengah dalam menguasai bola. Muhammad Hambali langsung menyambar bola yang lepas dari Ibrahim dan mengalahkan mantan penjaga gawangnya sendiri, Mario Londok untuk membuka keunggulan untuk Persela.
Namun tak lama kemudian bencana menimpa Laskar Joko Tingkir. Mereka terpaksa harus bermain 10 orang untuk kesekian kalinya, setelah Titan Agung dinilai melakukan pelanggaran keras oleh wasit.
Dengan ini PSIS dapat lebih leluasa menyerang Persela sepanjang babak pertama. Sedianya mereka dapat menciptakan gol balasan melalui sundulan Otavio Dutra di ujung babak pertama, namun pemeriksaan VAR menujukkan Dutra dan Azyah Madilesa dalam posisi offside, sehingga gol tersebut dianulir.
Sepanjang babak kedua Laskar Mahesa Jenar kembali mencoba peruntungan mereka, namun hingga jelang akhir pertandingan belum ada bola yang masuk ke gawang siapapun. Namun tepat di akhir waktu normal, PSIS akhirnya membubarkan pesta tiga poin yang bakal digelar Persela.
Otavio Dutra kembali berperan dalam serangan kali ini, namun alih-alih mencetak gol kini dirinya menjadi tangan kanan Rafinha. Berawal dari percobaan yang tidak sukses, Rafinha dapat memanfaatkan bola liar yang gagal diantisipasi oleh kiper Persela.
Dengan perpanjangan waktu yang singkat, tidak ada momen yang cukup bagi kedua belah pihak untuk mencetak gol balasan. PSIS dan Persela terpaksa harus berbagi satu poin dalam pertemuan ketiga mereka musim ini.
Pun demikian, hasil tersebut tidak banyak mengubah takdir mereka di klasemen sementara. Persela masih duduk manis di urutan ke-6 klasemen sementara Grup B, dan PSIS masih berada di zona playoff degradasi sambil menanti hasil duel dua klub di antara mereka berdua, yakni Persiba Balikpapan melawan Persiku Kudus.
Pada pekan berikutnya di awal bulan puasa, Persela akan melanjutkan perjalanan dengan melawat ke Kudus untuk melawan Persiku Kudus pada Sabtu (21/2). Sementara esok harinya (22/2), giliran PSIS yang bakal merantau ke Sidoarjo untuk melawan Deltras FC. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana