Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

PSSI Akhirnya Tanggapi Berbagai Kebrutalan Liga 4 Tingkat Provinsi, Gelar Rapat Darurat Bersama Asprov Jateng dan Jatim

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:25 WIB
PELANGGARAN KERAS: Pemain Persikaba Blora terkapar usai dilanggar oleh pemain PSIR Rembang.
PELANGGARAN KERAS: Pemain Persikaba Blora terkapar usai dilanggar oleh pemain PSIR Rembang.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – PSSI akhirnya angkat suara mengenai berbagai insiden kekerasan dan kebrutalan yang terjadi di Liga 4 tingkat Provinsi, utamanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Badan sepak bola nasional tersebut mengajak asosiasi provinsi (Asprov) kedua wilayah tersebut untuk duduk bersama pada Minggu (25/1) secara daring, usai leg pertama 16 besar Liga 4 Jateng dan berakhirnya 16 besar Liga 4 Jatim.

Rapat daring tersebut digelar menimbang berbagai kejadian kekerasan yang terjadi di kedua ajang tersebut, meskipun ada pula kejadian brutal yang terjadi di Liga 4 di luar dua provinsi tersebut. Misal di Liga 4 DI Yogyakarta, yang juga melibatkan tendangan antar pemain bola, serta di Liga 4 Nusa Tengagra Barat (NTB) yang melibatkan para pemain dan staf pelatih mengejar wasit usai pertandingan.

Pun demikian, memang kejadian di Jawa Tengah dan Jawa Timur banyak menjadi sorotan karena frekuensi dan keviralan insiden yang tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Terbaru pada Senin (19/1) di Liga 4 Jatim, para supoter Persid Jember sempat menyerang bus pemain Persida Sidoarjo, sementara pada Rabu (21/1) di Liga 4 Jateng, insiden tendangan pemain kembali terjadi, menyebabkan kiper PSIR Rembang Raihan Al Fariq dilarang bermain bola seumur hidup.

“Atas arahan Ketua Umum Bapak Erick Thohir dan Eksekutif Komite PSSI, terkait persoalan-persoalan luar biasa yang saat ini terjadi pada event-event sepak bola Indonesia, khususnya di Liga 4 di Jawa Timur dan Jawa Tengah, kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” jelas Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dalam pernyataan resmi asosiasi pada Minggu.

Menurut Yunus, akibat kejadian-kejadian tersebut, baik dari sisi pemain maupun suporter, banyak masyarakat yang menyayangkan, bahkan mendiskreditkan kualitas sepak bola Indonesia di media sosial. Tentu hal ini juga bertentangan dengan asas sportivitas, sehingga perlu ada evaluasi mendalam serta pengetatan regulasi liga.

“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” jelas Yunus.

Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali turut menegaskan bahwa kejadian-kejadian tersebut bakal banyak berpengaruh dalam kacamata sepak bola nasional, bahkan internasional. Sehingga penting untuk menata kembali pelaksanaan sepak bola di tingkat daerah agar tidak dipandang buruk oleh dunia.

“Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia,” jelas Zainudin.

Sebagai kilas baik, selain Raihan, dua pemain juga terpaksa dilarang bermain bola seumur hidup akibat tindakan mereka. Yakni Hilmi Gimnastiar dari PS Putra Jaya, dan Dwi Pilihanto Nugroho dari KAFI FC. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #Liga 4 Jawa Timur #Liga 4 Jatim #yunus nusi #Jawa Tengah #Liga 4 Jateng #Jatim #fifa #asprov #persikaba blora #PSSI #Liga 4 Jawa Tengah #liga 4 #jateng